Minggu, 12 Desember 2010 11:43 WIB Hukum Share :

Pemilik M16 di Tegal, ditangkap di Jombang

Jombang–Sukirno ,45, terduga teroris yang terlibat pelatihan militer di Aceh dan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, ternyata ditangkap di Jombang, Sabtu (11/12) sore. Penggerebekan rumah di Tegal menjadi awal dari tertangkapnya Sukirno.

Sukirno ditangkap di Dusun Besuk, Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Sabtu sore. Hal itu diakui para tetangganya. “Saat hujan rintik-rintik mengguyur, Sukirno ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan,” kata tetangga Sukirno, Beni ,34, kepada wartawan di depan rumah Sukirno, Minggu (12/12).

Tidak ada garis polisi di rumah Sukirno. Rumahnya pun terlihat sepi. Menurut Kepala Dusun Besuk, Rojii ,43, saat penangkapan terjadi, ada sebuah mobil kijang hitam yang diiringi tiga sepeda motor ke rumah Sukirno.

“Tidak ada yang berpakaian seperti anggota Densus 88 yang bertopeng. Tapi terlihat ada yang membawa senjata api,” kata Rojii.

Saat ditangkap, Sukirno sama sekali tidak melawan. Sukirno lalu dikawal dua orang yang diduga anggota Densus 88 dan dibawa masuk ke mobil. “Hanya Sukirno yang terlihat dibawa. Kalau anak-anak dan istrinya, saya tidak tahu sampai sekarang di mana,” tutur Rojii.

Saat tim Densus 88 Anti Teror menggerebek sebuah ruko di Jalan Karanganyar, Desa Pekauman, Kecamatan Dukuh Turi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hanya didapati senjata api. Sedangkan Sukirno ,45, yang diduga sebagai teroris sudah melarikan diri.

Kabar penangkapan Sukirno sempat simpang siur. Awalnya Sukirno diberitakan telah ditangkap di Tegal, Jawa Tengah. Namun Sukirno ternyata gagal ditangkap karena kabur. Polisi hanya menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu senjata api jenis M 16, lima magazin penuh berisi amunisi, dan kasur untuk menyimpan senjata itu.

Selaku kepala dusun, Rojii memastikan Sukirno telah ditangkap polisi. Sebab meski jarang ada di rumah, namun Sukirno merupakan penduduk asli Dusun Besuk. Hanya saja jarang pulang ke Jombang, karena selama ini tinggal di Sumatera.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…