Minggu, 12 Desember 2010 22:13 WIB Sragen Share :

Kondisi pasar Desa Sambirejo memprihatinkan

Sragen (Espos)–Kondisi pasar desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh yang berada di pusat pemerintahan desa tersebut memprihatinkan.

Pasar yang menampung seratus lebih pedagang itu saat ini menjadi pusat jual beli bagi warga desa setempat. Kondisinya yang tak layak, memberi ide pemerintah desa (Pemdes) untuk mengusulkan pembangunan. Namun, beberapa kali diusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, usulan tersebut belum juga ditanggapi.

Kepala Desa (Kades) Sambirejo, Taryadi mengatakan kondisi pasar yang tak layak mulai terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, pihaknya berencana akan membangun pasar dengan dana swadaya. “Rencananya sedang dalam tahap kami sampaikan kepada BPD (Badan Perwakilan Desa-red),” terang Taryadi, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Dia mengaku telah menyusun rancangan, namun rancangan tersebut masih akan dibicarakan dengan pedagang dan masyarakat setempat. Sementara, terkait biaya, Taryadi mengakui kesulitan mendapatkan dana. Beberapa kali usulan ke Pemkab Sragen belum mendapat tanggapan.

Untuk itu, dia melanjutkan Pemdes akan memberikan penawaran pada pedagang agar bersedia secara swadaya membiayai pembangunan pasar. Melalui peraturan desa (Perdes) akan diatur besarnya biaya dan kewajiban pedagang untuk membayar dengan sistem angsuran. “Besar cicilan dan sampai berapa lama kewajiban membayar akan diatur bersama desa dan pedagang. Kami pastikan tidak akan memberatkan,” pungkas Taryadi.

tsa

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…