Minggu, 12 Desember 2010 21:12 WIB News Share :

Ketua MK
Refly Harun bohong tentang gentlemen agreement

Jakarta--Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, membantah keras pernyataan Refly Harun bahwa dirinya telah melanggar gentlemen agreement (GA) dengan tim investigasi. Mahfud menegaskan, ia tidak pernah membuat GA dengan tim investigasi yang diketuai Refly itu.

“Saya membantah keras dan siap dikonfrontir dengan Refly dan tim investigasi kapan saja untuk mebuktikan bahwa saya tak pernah buat gentlemen agreement untuk tak menyebut nama hasil investigasi,” kata Mahfud lewat pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (12/12/2010).

“Refly bohong tentang gentlemen agreement,” tegas Mahfud.

Sebelumnya, Refly menyesalkan adanya perdebatan tidak produktif akibat laporan tim investigasi yang dibeberkan oleh Mahfud. Menurutnya, hal ini tidak akan terjadi jika Mahfud tidak melanggar GA antara dirinya dan tim investigasi

Mahfud menjelaskan, tujuan dibentuknya tim investigasi sejak awal justru untuk membuka masalah tersebut ke publik tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Rabu sore (8/12) Refly, Bambang Widjojanto, dan Saldi Isra (anggota tim-red) ketemu saya dan melapor hasilnya. Mereka sama sekali tak minta agar saya tak menyebut nama. Dan kalau pun diminta saya tak akan mau, karena hal itu saya anggap taktik untuk tetap menyandera MK agar diopinikan bermasalah,” kata Mahfud.

Mahfud bercerita, waktu melapor, tim investigasi memang menyebut inisial-inisial yang kemudian dijelaskan nama-nama lengkapnya. “Tapi saya tak diminta untuk tak menyebut nama. Mereka sendiri yang tak menyebut nama,” kata Mahfud.

Dia melanjutkan, begitu juga saat Adnan Buyung bergabung dengan tim investigasi dan bertemu dengannya Kamis (9/12) lalu, tidak ada GA agar tak menyebut nama.

“Mereka hanya membuat draf pengumuman yang tak menyebut nama untuk pengumuman mereka sendiri. Saya langsung bilang, ‘Saya setuju, silakan tim mengumumkan apa saja. Nanti MK akan menyimpulkan pengumunan Tim. Itu yang saya katakan. Kalau tim tak mau sebut nama silakan, tapi MK tidak,” tegasnya.

“Untuk apa MK buat tim investigasi kalau hanya mau berteka-teki lagi? Kalau hanya mau lapor, katanya, kabarnya, si anu, berarti sama juga bohong, masyarakat tetap dijejali imej bahwa MK brengsek. Tak ada itu GA,” imbuhnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…