Minggu, 12 Desember 2010 13:42 WIB Ekonomi Share :

Indocitra Finance cetak rugi Rp 35,432 M

Jakarta–PT Indocitra Finance Tbk (INCF) mencatat rugi bersih Rp 35,432 miliar, atau melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp
779,556 juta. Buruknya kinerja perseroan karena meningkatnya beban usaha hingga Rp 44,152 miliar.

Menurut laporan keuangan perseroan yang diterbitkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Minggu (12/12) menyebutkan, total pendapatan
perseroan sampai triwulan III-2010 senilai Rp 7,425 miliar. Pendapatan naik signifikan dibanding periode lalu, Rp 392,237 juta.

Namun beban usaha INCF meningkat drastis 43 kali lipat, dari Rp 1,171 miliar menjadi Rp 44,152 miliar. Pos beban lain-lain tercatat mengalami peningkatan
yang paling besar, dari tahun 2009 Rp 374,936 juta menjadi Rp 43,264 miliar.

Meskipun ada pendapatan lain-lain Rp 1,301 miliar, tak mampu mengangkat kinerja perseroan. Dimana, rugi sebelum pajak perseroan mencapai Rp 35,425
miliar. Padahal sebelumnya rugi sebelum pajak INCF hanya Rp 779,556 juta.

Usai terpangkas pajak Rp 7 juta, laba bersih perseroan berada pada posisi Rp 35,432 miliar. Meningkat dari periode yang sama tahun lalu, Rp 779,556 juta.
Rugi bersih per saham Rp 73,81, naik dari sebelumnya, Rp 16,24.

Saham INCF pada perdagangan terakhir Jumat (10/12) berada di posisi Rp 3.200, naik Rp 200 atau 6,67% dibandingkan harga penutupan sebelumnya, Rp
3.000.

Indocitra Finance merupakan perusahaan dengan fokus bisnis bidang anjak piutang, pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan serta usaha kartu kredit.

Rencananya, perseroan akan mengalihkan fokus usaha menjadi perusahaan perdagangan umum dengan masuknya investor baru, Amstelco Plc Ltd, perusahaan investasi asal Jersey, Inggris.

Perseroan yang disebut terakhir berencana melakukan pencatatan saham lewat jalur belakang (backdoor listing) melalui INCF. Perseroan pun akan berubah nama menjadi PT Amstelco Indonesia Tbk.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…