Minggu, 12 Desember 2010 19:46 WIB Solo Share :

Dishub tertibkan bursa mobil, jukir protes

Solo (Espos)--Penertiban bursa mobil yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) bersama UPTD Perparkiran, Satpol PP, Kepolisian serta Polisi Militer menuai protes dari juru parkir (Jukir) di Jl Slamet Riyadi.

Pada dasarnya mereka mendukung penertiban tersebut, tetapi bukan penertiban bursa mobil di Jl Slamet Riyadi. Penertiban dilakukan untuk bursa mobil yang berada di kawasan citywalk dan jalur lambat. Menurut mereka, parkir bursa mobil di Jl Slamet Riyadi tersebut sudah tertib dan ada izin. Pengelola parkir di Jl Slamet Riyadi dari pihak ketiga hasil lelang, yakni CV Pandansari.

Salah satu Jukir, Anugrah, 33, mengatakan penertiban tersebut bisa mempengaruhi pendapatan mereka karena kehilangan lahan pekerjaan. “Bursa mobil itu kan hari Minggu saja. Untuk parkir Jl Slamet Riyadi kan tidak mengganggu. Kami berharap bursa mobil yang berada di Jl Slamet Riyadi bisa dikembalikan,” terangnya saat dijumpai wartawan di kawasan Jl Slamet Riyadi, Minggu (12/12).

Ia menambahkan, sebenarnya banyak penjual mobil yang tidak mau masuk ke dalam kawasan taman Sriwedari. “Protes bursa mobil sebenarnya bukan berasal dari masyarakat, tetapi dari penjual mobil yang berada di dalam karena kurang laku,” ungkapnya yang ditemani beberapa Jukir lainnya.

Jukir di kawasan tersebut ada enam hingga delapan orang. Pendapatan mereka mencapai Rp 200.000 setiap hari Minggu dengan waktu parkir mulai pukul 09.00 WIB-17.00 WIB. Ia mengatakan, dari pendapatan mereka juga ada yang disetorkan ke UPTD Perparkiran.
Wakil Walikota (Wawali) Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan dengan alih fungsi jalan raya untuk bursa mobil menyebabkan keresahan masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Untuk itu perlu dilakukan penertiban bursa mobil ke kawasan Taman Sriwedari.

“Jika ada yang keberatan, kami harap pengelola parkir mau memahami. Untuk parkir di jalan dan PKL yang berjualan tetap diperbolehkan. Kami berusaha mengakomodir semua kepentingan masyarakat,” jelasnya saat ditemui wartawan di rumah dinas (Rumdin) Wawali, Minggu.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menertibkan bursa mobil atas dasar Perda Kota Solo No 6/2005 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Di dalam pasal 19, untuk penggunaan ruang lalu lintas, badan jalan, bahu jalan serta trotoar yang ingin digunakan masyarakat harus seizin Walikota seperti kawasan Ngarsopuro dan Galabo.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Sri Baskoro, mengatakan bursa mobil di Jl Bhayangkara, Jl Slamet Riyadi serta Jl Kebangkitan Nasional tidak diperbolehkan karena berada di jalan raya, citywalk, trotoar maupun jalur lambat. Bursa mobil harus masuk ke dalam halaman Sriwedari dan Taman Sriwedari. Selain itu, ada keluhan dari masyarakat karena mengganggu kegiatan mereka. Di sisi lain, juga mengganggu pemandangan kota.

m91

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…