Minggu, 12 Desember 2010 22:05 WIB Solo Share :

Anggaran tak diserap, DPRD peringatkan SKPD

Solo (Espos)–Sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) APBD Kota Solo di tahun 2010 mencapai Rp 32,7 miliar.

Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendapat peringatan dari kalangan DPRD lantaran dinilai tak mampu menyerap anggaran dengan benar.

Ketua DPRD Kota Solo, YF Sukasno mengatakan, Silpa senilai Rp 32,7 miliar itu terdiri atas sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan senilai Rp 18,7 miliar, sisa dana relokasi senilai Rp 5,7 miliar, sisa APBD murni senilai Rp 7,5 miliar, sementara sisa lain berasal dari anggaran yang tak terserap oleh sejumlah SKPD serta sisa pagu sejumlah proyek. “Kami akan memeberikan catatan khusus kepada sejumlah SKPD yang tak mampu menyerap anggaran dengan benar,” tegas Sukasno kepada Espos, Minggu (12/12).

Sukasno mengaku akan memberikan sanksi bagi sejumlah SKPD yang terbukti tak bisa menggunakan anggaran yang diberikan. Sanksi itu, sambung dia, bisa berupa ancaman tidak adanya alokasi anggaran kepada sejumlah SKPD yang bersangkutan di tahun 2011. “Masing-masing SKPD sudah mendapatkan alokasi dana sendiri-sendiri. Kalau tidak terserap, lalu dengan apa mereka membiayai program kegiatan? Bisa jadi mereka tidak menyerap anggaran karena tidak melaksanakan program kerjanya,” tanya Sukasno.

Ditanya SKPD mana saja yang tak mampu menyerap anggaran dengan benar, Sukasno enggan menjawabnya. Menurutnya, jumlah SKPD itu baru bisa diketahui setelah tutup anggaran. “Kami belum tahu sekarang, nanti saja setelah tutup anggaran,” terang Sukasno.

Hal senada juga dikemukakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo, Honda Hendarto. Honda menegaskan akan mencermati kinerja sejumlah SKPD yang tidak bisa menyerap angaran dengan benar. “Kalau memang tidak bisa menggunakan anggaran, untuk apa SKPD tersebut mendapatkan alokasi dana,” papar Honda.

Anggota Banggar lainnya, Supriyanto menguraikan, jumlah Silpa 2010 tersebut melebihi perkiraan yang dibuat oleh Banggar. “Semula kami memperkirakan Silpa hanya senilai Rp 30 miliar. Namun, ternyata Silpa 2010 meningkat menjadi Rp 32,7 miliar,” urai dia.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…