Minggu, 12 Desember 2010 16:15 WIB Ekonomi Share :

Anak penipu investasi AS bunuh diri

New York — Mark Madoff, anak dari pelaku penipuan investasi AS Bernard Madoff ditemukan bunuh diri di apartemennya di New York City pada hari Sabtu waktu setempat.

Mark Madoff (46) selama ini bekerja pada perusahaan ayahnya. “Dia sudah merasa tertekan selama 2 tahun terakhir setelah kasus ayahnya dalam penipuan investasi,” kata juru bicara dari Kepolisian new York City Paul Browne seperti dikutip dari finance.yahoo.co, Minggu (12/12).

Bernard Madoff (72) saat ini sedang menjalani hukuman 150 tahun penjara setelah mengakui menjalaknan skema Ponzi yang merugikan investor. Kasusnya dianggap sebagai kasus penipuan investasi terbesar dalam sejarah. “Mark Madoff telah bunuh diri hari ini . Ini adalah kasus yang mengerikan dan tidak perlu terjadi,” kata pengacara Mark Martin Flumenboum.

Mark dan saudara-saudaranya telah berkerja untuk Bernard Madoff Investasi Efek LLC. Perusahaan ini rontok setelah sekian lama menjalankan skema Ponzi. Bernard ditangkap pada 11 Desember 2008 setelah anaknya melaporkan ke pihak keamanan. Mereka mengakui penipuan yang dilakukan perusahaan ayahnya sehari sebelum Bernard ditangkap polisi.

Saat ini, anak Bernard belum ada yang menjalani hukuman. Namun Mark sangat ketakutan suatu saat dirinya akan menjalani tuntutan pidana. Sebab dalam Wall Street Journal Februari lalu, anak-anak dan saudara dari Bernard Madoff adalah juga pelaku penipuan.

Dalam skema Ponzi yang dijalankan Bernard Madoff, investor menginvestasikan dananya pada awal pernjanjian. Bisnis ini runtuh karena investor akhirnya tidak melanjutkan investasinya. Namun dana yang ada tidak cukup untuk membayar pemintaan banyak investornya.

inilah.com

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…