Sabtu, 11 Desember 2010 15:11 WIB News Share :

SBY tiga hari berkantor di Surabaya

Surabaya-– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur mulai 13 hingga 15 Desember 2010. Selama melakukan kegiatan, SBY akan menginap di Gedung Negara Grahadi. Ini merupakan kedua kalinya SBY menginap di gedung negara itu.

Meski Presiden menginap di Gedung Grahadi, namun akses lalu lintas Jalan Gubernur Suryo depan Grahadi tetap dibuka untuk kendaraan umum.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Letkol Infantri Achmad Mulyono menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan sweeping ataupun menutup jalan di depan gedung Grahadi selama presiden menginap. “Tidak ada penutupan lalu lintas,” ujar Mulyono di Surabaya, Sabtu (11/12).

Ia mengatakan, pengamanan yang dilakukan terhadap gedung Grahadi bakal distandarkan dengan pengamanan terhadap Istana Kepresidenan. “Kalau pernah melihat pengamanan Istana Negara, ya nantinya seperti itu,” ujarnya.

Nantinya, pengguna jalan di depan Istana tetap diperbolehkan lewat. “Jadi, Grahadi akan diperlakukan seperti Istana Negara,” ujarnya.

Namun, guna mencegah segala kemungkinan, dia melanjutkan, akan menempatkan beberapa orang di sejumlah titik yang menuju Grahadi.

“Kalau sekiranya memang diperlukan, kami akan menanyai orang-orang yang ada di sekitar tempat kediaman. Ini dilakukan sebagai kewaspadaan menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya.

Ditanya kapan melakukan sterilisasi dengan ‘membersihkan’ sejumlah tempat ‘cangkrukan’ di depan Grahadi, Mulyono mengatakan, mulai hari ini pihaknya hanya melakukan monitoring terlebih dulu.

“Kami ingin mewaspadai segala kerawanan. Kami menangkap ada indikasi adanya pihak-pihak yang mengaku wartawan berusaha mengambil foto sejumlah tempat menginap SBY,” ujar Mulyono. “Kami tidak ingin nama baik wartawan juga disalahgunakan”.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya tidak memiliki kewenangan dalam proses pengamanan kunjungan SBY ke Surabaya. Meski demikian, Polrestabes Surabaya tetap mengerahkan jajaran anggotanya sebanyak 1.580 personel.

“Polisi sebatas back up. Kami, tidak secara khusus melakukan pengamanan. Tapi, kami tetap mengerahkan personel sekitar seribu lebih,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Wiwik Setyaningsih ketika dihubungi terkait kapasitas pengamanan tamu negara setingkat kepala negara atau very very important person (VVIP).

Menurut dia, yang bertindak sebagai pengaman presiden di wilayah internal hingga radius tertentu adalah TNI AD. Sedangkan porsi polisi dalam melakukan pengamanan hanya bersifat umum.

“Kami sebatas di ring III dan IV. Untuk ring depan hingga batas pengaman di radius II ada di kewenangan Kodam atau setingkat Korem selaku Paspampres,” ujar Wiwik.

Gubernur Jatim Soekarwo saat ditemui usai salat Jumat menjelaskan, Presiden akan melakukan sejumlah rangkaian kegiatan selama di Surabaya. SBY datang pada Senin 13 Desember 2010 sekitar pukul 17.20 WIB. Dirinya akan memberikan penjelasan mengenai keberhasilan pembangunan di Jatim. “Beliau minta laporan saya soal keberhasilan Jatim,” katanya.

Esok harinya, SBY akan hadir di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. SBY juga akan mengunjungi kantor Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) PT Perwita Nusaraya di Graha Perwita Raya By Pass Km 31 Krian Sidoarjo. Agenda Presiden selanjutnya adalah meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) Jatim di Gedung Grahadi, dan kunjungan kerja ke Nganjuk. “Selama kunker (kunjungan kerja) di sini, Pak SBY akan menginap di Jatim,” ujarnya.

Kehadiran SBY dan menginap di Grahadi menjadi yang pertama kalinya dilakukan Presiden sejak terpilih pada 2004. Gedung Grahadi baru saja selesai direnovasi dan menghabiskan anggaran Rp12 miliar. Selama kunjungannya, areal seputar Grahadi akan disterilkan. Penjagaan ketat pun dipastikan dilakukan selama Presiden di Surabaya.

Sejumlah koordinasi sudah dilakukan dengan sejumlah pejabat tinggi seperti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Soekarwo juga meninjau persiapan PPTKIS PT Perwita Nusaraya di Krian sebelum dikunjungi Presiden.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Gunarto, menambahkan sterilisasi akan dimulai Senin pukul 09.00 WIB. Tak hanya di dalam areal Grahadi, sejumlah titik juga akan disterilkan dari aktivitas masyarakat umum. “Setelah beliau pulang, akan dibuka lagi untuk umum,” ujarnya.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…