Sabtu, 11 Desember 2010 14:35 WIB News Share :

PMI pasok air bersih bagi pengungsi Merapi

Jogja–Palang Merah Indonesia (PMI) mulai melaksanakan tahap pemulihan daerah lereng Merapi pasca erupsi. Priotitas pertama adalah pengadaan air bersih untuk gantikan sumber-sumber air yang rusak terdampak letusan dan sarana sanitasi .

“Warga sangat membutuhkan air bersih, karena banyak sumber air di atas yang rusak,” ungkap Ketua PMI, Jusuf Kalla, dalam penyerahan 25 unit mobil tangki air bantuan PT Toyota di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Jogja, Sabtu (11/12).

Bantuan tersebut diserahkan kepada Kabupaten Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali yang terkena dampak erupsi Merapi. Selanjutnya mobil-mobil tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga di lereng Merapi yang termasuk dalam wilayah empat kabupaten tersebut.

“Selain droping air, PMI juga membantu perbaikan sanitasi dengan membersihkan lingkungan warga sekitar Merapi seperti gedung sekolah, balai desa, tempat ibadah dan prasana umum lainnya,” imbuh JK.

Lebih lanjut dipaparkannya, aksi pengadaan air dan sanitasi selama pemulihan dini berlangsung mulai awal Desember 2010 hingga tiga bulan ke depan. Air bersih sebanyak 150ribu hingga 500 ribu liter per hari dipasok dari Posko Air dan Sanitasi yang terletak di Kecamatan Turi, Sleman, dan sejumlah posko lain di wilayah Jawa Tengah.

Tapi bila pemerintah menilai periode itu perlu diperpanjang, PMI menyanggupinya. Termasuk untuk keperluan memasok air bersih ke lokasi-lokasi pemukiman sementara warga selama masa rekontruksi kelak.

Selama masa pemulihan dini itu kata JK, sebanyak 140 relawan diterjunkan yang dilengkapi 34 unit mobil tangki, 10 ribu tandon air, 9 alat produksi air dan 40 alat penyemprot air (sprayer). Tidak ketinggalan 25 unit pompa air untuk penguras sumur.

“Kita menargetkan 3 ribu sumur atau sumber air yang dibersihkan dan diperbaiki, sehingga sanitasi warga kembali normal,” katanya.

Sementara itu wakil warga korban Merapi, Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto dalam dialog mengatakan saat ini yang dibutuhkan warga adalah tersedianya kebutuhan air bersih sehari-hari terutama untuk makan dan minum. Saluran air bersih dari beberapa sumber air di lereng Merapi baik yang ada di Kali Kuning, Bebeng dan lain-lain semuanya rusak dan belum bisa diperbaiki.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…