Sabtu, 11 Desember 2010 11:10 WIB News Share :

Hujan abu kagetkan warga Cirebon

Jakarta–Hampir satu bulan terakhir, tidak ada kabar mengenai letusan gunung berapi di Pulau Jawa. Tetapi pagi ini warga kota Cirebon dikagetkan oleh hujan abu yang cukup tebal.

“Hujan abu terjadi mulai pukul 06.00 WIB dan berangsur reda sampai pukul 08.30 WIB tadi,” ujar Doni, warga Cirebon, melalui telepon, Sabtu (11/12).

Menurutnya, hujan abu terjadi berasal dari perbukitan kapur yang masyarakat sekitar kenal sebagai Gunung Kuda. Di bukit yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Cirebon tersebut memang merupakan lokasi tambang untuk sebuah pabrik semen yang beroperasi di sana.

“Biasanya kalau ada hujan abu, paling di sekitar sana. Baru pagi ini saja sampai ke sini bahkan Palimanan,” ujar Doni.

Dia menduga, hujan abu terjadi terkait kondisi cuaca Cirebon beberapa hari terakhir yang memang tidak menentu. Angin yang hembusan cukup kencang dia duga sebagai pembawa abu hingga jauh lewati kawasan Gunung Kuda.

Akibat hujan abu, pagar-pagar rumah dan kendaraan bermotor yang diparkir di luar tampak diselimuti abu warna putih. Meski tidak setebal sebagaimana terjadi di Jogja dan Malang pasca letusan Gunung Merapi dan Gunung Bromo, tetapi lapisan abu sangat terlihat cukup jelas.

“Tapi warga tidak sampai memakai masker,” tambah Doni.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….