Sabtu, 11 Desember 2010 16:49 WIB Haji Share :

BPIH diusulkan jadi klinik di Arab Saudi

Mekah--Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) diusulkan untuk menjadi klinik permanen di Arab Saudi, seperti juga yang dilakukan beberapa negara lainnya di Tanah Suci.

Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga aset Kementerian Kesehatan dan optimalisasi pelayanan di Tanah Suci.

“Ini baru usulan, alangkah baiknya dioptimalkan sepanjang tahun tidak hanya musim haji saja,” kata Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji bidang Kesehatan dr Chairul Radjab, di Madinah, Sabtu (11/12).

Hal itu, lanjut Chairul, terkait dengan efisiensi kerja serta alat-alat kesehatan yang ada di BPHI. “Tapi ini masih suatu wacana,” jelasnya.

Ia menuturkan, usulan ini juga akan melalui pembahasan pada tingkat pusat di Jakarta. Termasuk koordinasi dengan pihak Kementerian Agama.

Keberadaan klinik permanen milik Indonesia ini setidaknya dapat membantu sejumlah WNI yang berada di Saudi atau orang Indonesia yang melakukan umroh. Apalagi negara-negara non muslim seperti China, Jerman dan Amerika juga punya klinik di Saudi.

“Ya makanya kita usahakan di dua kota Madinah dan Mekah yang sudah ada BPHI,” terang Chairul.

Ia menjelaskan memang BPHI selama ini dijadikan tempat rujukan jemaah haji untuk dilakukan perawatan intensif. Namun karena masih sederhana, banyak instalasi yang belum disediakan di BPHI.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…