Sabtu, 11 Desember 2010 09:24 WIB Hukum Share :

Ari Muladi akan praperadilankan KPK

Jakarta–Ari Muladi, tersangka dugaan pemerasan terhadap Direktur Utama PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo akan mempraperadilankan penahanan dan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/12) .

“Menurut kami tidak ada cukup bukti untuk menetapkan tersangka dan menahan Ari,” ujar Kuasa Hukum Ari Muladi, Sugeng Tegung Santosa, Sabtu pagi (11/12).

Praperadilan itu akan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena kantor KPK atau tempat kejadiannya masuk dalam wilayah Jakarta Selatan. KPK, menurut Sugeng, belum bisa melakukan penahanan terhadap kliennya tersebut, karena tuduhan yang dikenakan kepada Ari belum terbukti bahkan belum diakui oleh Ari sebagai tersangka.

“Kemarin dia mengunakan haknya untuk diam, tidak menjawab pertanyaan penyidik,” ujar Sugeng.

Selain itu, yang menjadi keberatan Sugeng, KPK menjadikan Ari sebagai dengan pasal 21 UU No 31 Tahun 1999, pasal yang sama yang pernah dikenakan kepada Anggodo Widjojo namun akhirnya tidak terbukti di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK menahan Ari, Kamis (9/12), dan menjeratnya dengan pasal 15 dan pasal 21 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. Menurut KPK, penahanan itu tidak perlu didasarkan pada pengakuan, tetapi dari bukti-bukti yang diperoleh selama pemeriksaan.

Pasal 15 terkait dengan permufakatan jahat dalam upaya penyuapan kepada pimpinan KPK Bibit-Chandra, sementara pasal 21 terkait dengan upaya menghalang-halangi penyidikan.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…