Jumat, 10 Desember 2010 18:00 WIB Pendidikan Share :

"Tradisi positif pesantren dapat dimasukkan ke sekolah"

Jakarta--Pola-pola pendidikan berbasis karakter yang berkembang di masyarakat dinilai berhasil.

Kegiatan pesantren kilat selalu diagendakan pada setiap semester di sekolah. Tradisi positif pendidikan pesantren dapat dimasukkan ke sekolah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pola Pendidikan Pesantren di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (10/12).

Mendiknas mengatakan, pada 2011 pendidikan karakter dijadikan gerbong untuk menanamkan karakter. Mendiknas mencontohkan, nilai-nilai yang diberikan dalam pendidikan karakter adalah kepedulian dan kejujuran.

“Kita kontekstualisasikan dengan masalah korupsi, pendidikan bencana, lingkungan hidup, dan lalu lintas. ” ujar Mendiknas pada rilis yang diterima Espos melalui mediacenterdiknas, Jumat.

Mendiknas menambahkan, perumusan pendidikan karakter melibatkan unsur-unsur pondok pesantren, aktivis kristiani, dan lembaga lainnya.

“Yang ingin kita bangun nilai universal,” imbuhnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, kegiatan pesantren kilat di sekolah umum mulai jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berkontribusi terhadap pembentukan karakter, akhlak, budi pekerti, dan perilaku.
Masing-masing sekolah, tambah dia, dapat berbeda-beda dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa.

“Lebih diutamakan pembentukan budaya sekolah yang dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan baik di sekolah. Target kita 2014 semua sekolah sudah mulai menerapkan pendidikan karakter bangsa,” lanjutnya.

nad/*

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…