Jumat, 10 Desember 2010 19:01 WIB News Share :

TPM
Abu Tholut diplot jadi saksi memberatkan Ba'asyir

Jakarta--Sebagaimana Abu Bakar Ba’asyir, Mahendratta juga mencium penangkapan Abu Tholut memiliki tujuan spesifik.

Menurut pengacara dari Tim Pengacara Muslim (TPM) ini, Abu Tholut sudah diplot sebagai saksi memberatkan bagi pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid tersebut.

“Mereka kenal. Abu Tholut di dalam persiapan dakwaan Ba’asyir dimasukkan sebagai saksi yang memberatkan Ba’asyir,” kata Ketua Dewan Pembina TPM, Mahendradata seperti dilansir detikcom, Jumat (10/12).

Dikemukakan dia, Abu Tholut sudah diplot sebagai orang yang dianggap dapat amanah Ba’asyir membuat latihan militer di Aceh dalam rangka persiapan ke Afghanistan. Abu Tholut sebagai pelatih.

“Namun Ba’asyir saja masih bingung latihan militer apa, kejadian apa?
Katanya tidak boleh ‘perang’ di Indonesia, kalau berani perang di sana. Anak-anak ini sudah pada mau ke Afghanistan, ditangkap juga,” ujar Mahendradatta.

Mahendradatta mempertanyakan Abu Tholut yang dikaitkan perampokan CIMB Medan pada 18 Agustus.

“Kita tidak tahu, di mana ujungnya. Jadi jangan mendramatisir dan dikait-kaitkan,” ucap dia.

Ia berpesan agar aparat Kepolisian bermain fair. “Jangan main kayu. Fairplay karena kalau tidak, mungkin sekarang masih berkuasa tidak masalah, tetapi di kemudian hari akan menjadi skandal pelanggaran HAM. Biasanya skandal HAM terbuka saat orang tidak berkuasa,” papar Mahendratta.

Dijelaskan dia, Abu Tholut juga pernah mengikuti  pengajian dan pembinaan napi yang diselenggarakan Polri saat bebas dahulu. “Kami kaget kok dia jadi DPO polisi,” tambah Mahendradata.

Abu Tholut ditangkap Densus 88 di tempat persembunyiannya di Kudus, Jawa Tengah, pukul 08.30 WIB. Penangkapan Abu Tholut terkait kasus latihan militer di Aceh dan perampokan Bank CIMB Medan.

1 Pucuk senjata api jenis FN kaliber 9 mm buatan Belgia, berikut 1 magasin dan 22 butir peluru kaliber 9 mm, disita.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…