Jumat, 10 Desember 2010 22:56 WIB Solo Share :

Sarana difabel BST ganggu arus jalur lambat

Solo (Espos)–Sarana aksesibilitas difabel di BST Jl Slamet Riyadi diprotes pengguna jalur lambat. Sarana berupa jalan landai untuk difabel itu berada di jalur lambat dan mempersempit badan jalan.

Pengamatan Espos di lokasi, ada sejumlah PKL dan becak yang parkir di area tersebut. Di beberapa tempat lain jalur lambat untuk parkir sepeda motor. Sejumlah becak dan sepeda lalu lalang di jalur tersebut. Dengan ditambah adanya sarana difabel itu, maka jalur lambat akan semakin padat dan sempit.

Salah satu sopir becak, Sardi, mengatakan sarana itu mengganggu arus lalu lintas pengguna jalur lambat, khususnya kendaraan nonbermotor. “Mestinya pembangunan itu tidak mengganggu kegiatan warga yang lain,” katanya, Jumat (10/12).

Pada umumnya pihaknya setuju dengan adanya sarana tersebut karena memberi kemudahan bagi warga difabel untuk dapat mengakses Batik Solo Trans (BST). Namun semestinya juga menghargai masyarakat yang menggunakan jalur lambat.

“Semakin hari dirasa semakin sempit saja. jalur lambat ini banyak yang digunakan untuk parkir motor, kini ditambah sarana itu,” ujarnya. Ia berharap pihak Pemerintah Kota Solo sesuai prosedur dan dapat mengubahnya dengan tidak memakan jalur lambat.
Sardi menjelaskan, jalur lambat saat ini untuk dua arah kendaraan seperti becak, sepeda dan kendaraan nonbermotor lainnya. “Sejak jalur lambat di selatan untuk citywalk, di sini jadi sangat penuh,” katanya.

Maka tidak heran jika banyak becak dan sepeda onthel yang memilih memakai jalur cepat. Meski beresiko kecelakaan, namun sopir becak tetap melintas dengan alasan cepat dan tidak lelah mengayuh. “Jangan salahkan sopir becak jika lebih memilih di jalur cepat. Soalnya di jalur lambat sudah ruwet dan padat. Kami berharap jalur itu ditata agar semua bisa tertib dan aman,” katanya.

m86

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…