Jumat, 10 Desember 2010 22:45 WIB Ekonomi Share :

Pembagian kartu kendali ditarget selesai bulan ini

Solo (Espos)–Tim konsultan penerapan distribusi tertutup elpiji 3 kilogram diberi tenggat waktu hingga akhir Desember ini untuk melakukan pembagian kartu kendali di 51 kelurahan di Kota Solo.

“Desember ini mestinya harus sudah selesai, minimal sampai penerapan atau pembagian kartu kendali di 51 kelurahan. Kalau tidak selesai, mau bagaimana? Anggaran mereka kan habisnya Desember. Sehingga, setelah Desember nanti kami akan tetap minta jaminan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Migas, proses kelanjutan setelah Desember nanti mau bagaimana?” tutur Kabbag Perekonomian Setda Kota Solo, Asih Widodo, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Jumat (10/12).

Asih mengatakan, Jumat kemarin pihaknya baru saja menerima laporan terakhir dari pihak konsultan dalam hal ini PT Kaibon Rasirekayasa, bahwa pembagian kartu kendali ke 51 kelurahan sudah siap dilakukan. “Jadi memang harus kejar waktu. Meskipun demikian, kami ingin penerapan dan pembagian kartu kendali ini benar-benar dimengerti oleh rumah tangga sasaran (RTS). Meskipun, pada tahap awal ini pasti banyak kekurangan. Sehingga, setelah penerapan harus tetap ada pendampingan kisaran 2 bulan,” papar Asih.

Disampaikan Asih, pekan depan tim dari Dirjen Migas berencana meninjau salah satu lokasi penerapan distribusi tertutup di Kota Solo. “Pekan depan dari Dirjen Migas berencana ke Solo, meninjau penerapan distribusi tertutup di kawasan Sriwedari.”

Sementara itu, saat ini pihaknya tengah menunggu pengesahan SK Walikota tentang tim monitoring pelaksanaan distribusi tertutup. “Tim itu nanti yang akan bekerja lebih lanjut dan membantu konsultan dalam pengawasan pelaksanaan distribusi tertutup. Tim itu terdiri dari Polresta, Disperindag, Hiswana Migas, Satpol PP, Bagian Perekonomian Setda Solo dan Pertamina Region III.”

Terpisah, Divisi Kemitraan PT Kaibon Rasirekayasa, Oktin Suryamtini, juga berharap target pembagian atau penerapan distribusi tertutup itu bisa selesai lebih cepat. Hanya saja, dalam proses pendampingan nanti PT Kaibon berharap agar bisa bekerja sama dengan tim monitoring yang saat ini belum disahkan.

“Kami berharap SK tim monitoring itu segera disahkan. Karena, tim tersebut nantinya akan berperan penting dalam proses pelaksanaan distribusi tertutup terutama dalam hal pengawasan.”Ia mengatakan, Kaibon bertugas dalam proses penerapan hingga pendampingan. “Tetapi, jika sudah selesai semua nanti akan kami serahkan kepada Pemkot Solo. Pengawasan pelaksanaan ke depan akan menjadi tanggung jawab Pemkot.”


haw

lowongan pekerjaan
BPR BINSANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….