Jumat, 10 Desember 2010 21:51 WIB Karanganyar Share :

Longsor kian mengancam warga Karanganyar

Karanganyar (Espos)--Bencana longsor kian mengancam warga Bumi Intanpari. Belasan rumah di Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu terancam longsor.

Hal ini menyusul retakan tanah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu ambles hingga sedalam 35 sentimeter pada Jumat (10/12). Sementara sedikitnya tiga titik longsor terjadi di Kecamatan Tawangmangu dan Karangpandan.

Kadus Guyon Sumanto mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah Tawangmangu selama hampir dua hari penuh pada Kamis-Jumat tanpa henti membuat retakan tanah semakin amblas. Semula retakan tanah ambles sedalam 10-15 sentimeter. Kemudian retanah tanah semakin amblas pada Jumat kemarin hingga sedalam 35 sentimeter.

Retakan tanah tersebut, lanjut Sumanto, mengkhawatirkan pemukiman penduduk yang berada di bawahnya. Sedikitnya ada belasan rumah di Dusun Ngemplak (berada tepat di bawah Dusun Guyon) yang terancam longsor. Hal ini dikarenakan retakan tanah yang sudah terjadi sejak tahun 2007 silam kini kondisinya semakin parah.

Sementara itu hujan deras yang mengguyur wilayah Karanganyar selama hampir delapan jam lebih telah menyebabkan longsor di tiga titik.
Longsor tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Tawangmangu dan Karangpandan.

Di Kecamatan Tawangmangu, longsor terjadi di Dusun Sendang, Desa Sepanjang; Dusun Gamping, Desa Karanglo. Sedangkan di Kecamatan Karangpandan, longsor terjadi di Dusun Ngledok, Desa Gerdu.

Di Dusun Sendang, Desa Sepanjang longsor menimpa rumah milik Loso Wilarso. Bagian depan rumah serta kandang sapi hancur setelah dihantam material tanah longsoran dari tebing setinggi 15 meter tepat di depan rumahnya. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Camat Tawangmangu Yopi Eko Jatiwibowo mengatakan tak hanya Dusun Sendang yang mengalami musibah. Bencana serupa juga terjadi di Dusun Gamping, Desa Karanglo. Rumah milik Atmo Pono warga RT 2/RW II juga rusak karena terkena longsor.

Sementara longsor juga menimpa rumah milik Wigyo Sutaryo, warga RT 1/ RW IV Dusun Ngledok, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan. Menurut Wigyo, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Talut pekarangan rumah milik Mito Wiyono longsor sehingga mengenai rumah bagian belakang miliknya. Warga bersama-sama tim Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) kemudian kerjabakti membersihkan longsoran tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Aji Pratama Heru Kristanto meminta warga di zona merah longsor meningkatkan kewaspadaannya. Yakni mereka yang tinggal di 34 desa/kelurahan yang terletak di delapan kecamatan. Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan tinggi berlangsung hingga Februari mendatang.

“Warga harus tetap waspada. Jangan sampai lengah karena longsor terus mengancam rumah-rumah warga yang berada di daerah rawan longsor,”
tegas Heru.

isw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…