Jumat, 10 Desember 2010 21:37 WIB Wonogiri Share :

Longsor di Karangtengah belum tertangani

Wonogiri (Espos)–Bencana tanah longsor yang memutuskan jalan penghubung antardusun, antardesa, antarkecamatan dan antarkabupaten di Kecamatan Karangtengah hingga kini belum tertangani. Longsor terjadi akibat hujan deras, Senin (6/12) lalu.

Sejauh ini, upaya pembersihan longsoran hanya bisa dilakukan warga setempat dengan peralatan minim, di mana setiap hari setidaknya ada 100 orang yang dikerahkan bekerja bakti di lokasi. Dengan cara manual tersebut, butuh waktu cukup lama sampai jalan itu benar-benar bersih dan bisa dilewati kendaraan roda empat.

Camat Karangtengah, Joko Triyono, kepada wartawan di Wonogiri, Jumat (10/12) mengungkapkan hujan deras yang turun sejak pagi hingga malam, Senin lalu, telah mengakibatkan jalan di Dusun Ngumbul, Desa Purwoharjo, Karangtengah, tertimbun longsor sepanjang kurang lebih 30 meter.

Ketinggian timbunan longsor mencapai kurang lebih dua meter dan terdiri atas material berat, berupa tanah, pepohonan dan rumpun bambu. Akibatnya, lalu lintas sempat terputus total. Baik kendaraan roda dua, apalagi roda empat yang biasa lewat di wilayah itu tidak bisa melintas.

“Seluruh badan jalan tertutup longsoran. Di satu sisi berupa lereng bukit, sisi lainnya jurang. Pengendara yang biasa lewat jalan itu terpaksa memutar ke selatan lewat Pacitan sejauh kurang lebih 100 km,” ungkap Joko.

“Saat ini berkat usaha keras warga, jalan itu sudah bisa dilewati kendaraan roda dua. Kami sudah mengajukan permohonan kepada Bupati dan dinas terkait di Pemkab agar mendatangkan bantuan alat berat, backhoe atau buldozer. Tapi sementara ini, ya terpaksa pembersihan itu dilakukan secara manual sedikit demi sedikit,” kata Joko.

Joko mengungkapkan jalan yang tertimbun longsor itu merupakan jalur utama yang menghubungkan tidak hanya antardusun, tapi juga antara Desa Purwoharjo ke kota Kecamatan Karangtengah, dan jalan itu juga merupakan jalur tercepat menuju Kecamatan Baturetno di barat laut. Sedangkan ke arah timur, jalan itu merupakan satu-satunya jalan penghubung tercepat ke Nawangan, Pacitan, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Gembong Muria Hadi, saat dihubungi untuk konfirmasi mengatakan telah mengirimkan petugas untuk mengecek kondisi. Namun, soal bantuan alat berat, Gembong mengaku belum bisa memastikan. “Itu harus kami koordinasikan dulu dengan DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah-red). Sebab, kami tidak memiliki alat berat yang dibutuhkan sehingga harus meminjam,” katanya.

shs

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…