Jumat, 10 Desember 2010 07:01 WIB News Share :

Di-sweeping barang bawaan, jamaah haji mengamuk

Jakarta–Seorang jamaah haji kloter 53 embarkasi Jakarta-Saudia (JKS) mengamuk di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Ia menendang rice cooker yang tidak bisa dibawanya pulang ke tanah air saat barang bawaannya yang melebihi kapasitas di-sweeping petugas bandara.

“Tadi ada jamaah nendang rice cooker ke arah petugas,” kata Kepala Sektor Bandara AMAA Warih Setiawan di Kantor Haji Indonesia Madinah, Kamis (9/12) malam.

Sang jamaah tersebut keberatan barang bawaannya yang melebihi kapasitas harus disortir. Saat dipersilakan meninggalkan barang yang berlebihan itu, tiba-tiba saja, si jamaah pria itu menendang rice cooker di dekatnya.

“Ia juga memaki-maki petugas. Padahal petugas cuma mengingatkan agar ia bisa menjadi yang mabrur,” kata Warih.

Warih mengungkapkan masih banyak jamaah haji Indonesia yang tidak tertib dalam membawa barang yang akan dibawa masuk ke cabin pesawat. Barang bawaan jamaah yang boleh masuk maksimal lima kilogram, namun jamaah masih banyak yang melanggarnya.

“Padahal kan sudah disosialisasikan sejak di tanah air, di maktab juga sudah berkali-kali disosialisasikan bahwa barang tentengan tidak boleh lebih dari lima kilogram,” ungkap Warih.

Duty Manager Garuda Madinah, Bambang Suwito Adji mengingatkan pembatasan barang bawaan dilakukan untuk keselamatan penerbangan. Ia berjanji Garuda akan tegas memberlakukan aturan maksimum barang bawaan jamaah.

“Kalau overload pesawat tidak bisa bergerak. Istri saya juga jadi jamaah tahun ini sudah saya ingatkan agar dia jangan macam-macam. Ia harus mentaati aturan,” kata Bambang.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…