Jumat, 10 Desember 2010 10:09 WIB Ekonomi Share :

Aksi lepas, rupiah pagi turun Rp 9.010 per dolar

Jakarta–Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat pagi (10/12), turun empat poin menjadi Rp 9.010-Rp 9.020 dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.006-Rp 9.016, karena aksi lepas rupiah.

Aksi lepas rupiah itu dalam upaya merealisasikan keuntungan setelah hari sebelumnya mata uang Indonesia itu menguat, kata Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, selain aksi lepas yang menekan rupiah juga tertekan oleh membaiknya dolar AS di pasar regional. Dolar AS naik terhadap euro, setelah peringkat Irlandia sebagai negara yang mengalami krisis finansial di kawasan Eropa mengakibatkan pelaku pasar mengalihkan perhatian ke dolar, katanya.

Menurut dia, rupiah sekalipun terkoreksi, namun posisinya cukup stabil, bahkan berusaha mendekati level Rp 9.000 per dolar.

“Kami optimis rupiah pada saatnya akan kembali mencapai level Rp 9.000 per dolar, asalkan Bank Indonesia mengendorkan pengawasannya,” ujarnya.

BI, lanjut dia kemungkinan akan mempertahankan rupiah di atas level Rp 9.000 per dolar, apabila rupiah berada di bawah Rp 9.000 per dolar, maka kenaikan mata uang tersebut akan bisa berlanjut.

Apalagi pemerintah sudah meminta BI untuk tetap berada di pasar mengamati pergerakan rupiah lebih lanjut, jelasnya.

Rupiah, menurut dia, dalam dua pekan mendatang kemungkinan akan tetap berkisar Rp 9.000 sampai Rp 9.020 per dolar. Karena rupiah pada posisi tersebut dinilai cukup bagus dan memberikan kemudahan bagi eksportir maupun importir untuk melakukan usahanya dengan baik, ucapnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…