Kamis, 9 Desember 2010 18:45 WIB News Share :

TKW asal Kendal hilang di Abu Dhabi

Semarang–Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kendal, Jateng, Napsiah binti Makmun Daim, yang bekerja di Abu Dhabi, sudah enam tahun ini hilang dan tidak memberi kabar kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Napsiah berangkat tanggal 15 Agustus 2004, kemudian tiga bulan di penampungan di Jakarta,” kata Septiana Nurlaily, Ketua Kelompok Perempuan Mantan Buruh Migran Melati Kota Kendal, di Semarang, Kamis (9/12).

Tiga bulan di Abu Dhabi, lanjut Septiana, Napsiah mengabari keluarganya dan mengatakan akan mengirimkan uang tiga bulan lagi.

“Namun sampai sekarang tidak ada kabarnya. Keluarganya tidak tahu kabar Napsiah lagi,” imbuhnya.

Septiana menjelaskan bahwa informasi hilangnya Napsiah tersebut berasal dari pengaduan suami korban yang berharap istrinya bisa kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat.

Suami korban, Nasudi, menceritakan bahwa istrinya berangkat melalui PT Abdul Ratamajaya yang berkantor pusat di daerah Tebet-Jakarta Selatan dan berdasarkan hasil investigasi, perusahaan penyalur tersebut resmi.

Mendapatkan aduan tersebut, Septiana kemudian meminta data nomor paspor dan visa keberangkatan Napsiah, termasuk data nama majikan dan alamat tempat bekerja di Abu Dhabi, Abdullah Hasan Al Zahrani di Kota Al Baha.

“Suaminya berharap ada pihak yang mengetahui keberadaan istrinya dan dapat mengajaknya kembali ke Indonesia,” lanjutnya.

Napsiah adalah warga Desa Kedungasri RT 01 RW 03, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

ant/nad

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…