Kamis, 9 Desember 2010 03:54 WIB Sragen Share :

Sebulan, 20 orang sakit jiwa di Plupuh

Sragen (Espos)–Dalam sebulan, sekitar 15-20 orang penderita gangguan kejiwaan asal Kecamatan Plupuh harus dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo.

Jumlah tersebut baru merupakan pasien gangguan jiwa yang memang menyadari sakit dan mau berobat rutin. Di luar itu, diperkirakan masih ada penderita sakit jiwa lain yang enggan berobat.

Terkait hal itu, Kamis (9/12) ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen bekerja sama dengan RSJ Solo bakal melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa gratis, bertempat di Puskesmas I Plupuh. Kegiatan tersebut menyasar 100 orang pasien, yang menyebar di kawasan eks-Kawedanan Gemolong.

Kepala Puskesmas I Plupuh, Agus Trimanto mengatakan jumlah 15-20 orang penderita per bulan tersebut merupakan data pasien di Puskesmas yang dia kelola, yang rutin dirujuk ke RSJ Solo setiap bulan, lantaran menderita sakit jiwa. Berdasarkan data, sakit jiwa yang mereka alami itu disebabkan banyak faktor, terutama karena depresi maupun faktor keturunan.

Di luar itu, Agus meyakini masih ada penderita sakit jiwa lain yang enggan berobat. “Itu adalah pasien yang memang rutin berobat setiap bulan. Entah kalau di luar jumlah itu,” beber Agus, saat ditemui Espos, seusai mengikuti pembekalan mengenai penyakit gangguan jiwa bagi 60 orang petugas penanganan gangguan sakit jiwa, di Balaidesa Sambirejo, Plupuh, Rabu (8/12).

Sementara, Kepada Bidang (Kabid) Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat RSJ Solo, Puji Hartati mengungkapkan kegiatan periksa gratis bagi 100 orang pasien tersebut ditujukan untuk menjaring seluas mungkin penderita sakit jiwa di sekitar lokasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang memiliki tanda-tanda sakit jiwa ringan dapat segera ditangani. “Selama ini, penderita sakit jiwa baru diperiksa jika sudah kronis. Padahal, kita perlu deteksi dari awal, agar pengobatan juga lebih mudah,” papar Puji.

tsa

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…