Kamis, 9 Desember 2010 08:44 WIB Haji Share :

Sakit, 110 jemaah haji terpaksa mutasi Kloter

Boyolali (Espos)–Sedikitnya 110 jemaah haji asal Debarkasi Solo terpaksa berpindah atau mengalami mutasi kelompok terbang (Kloter) karena sakit. Jumlah tersebut tercatat sampai hari ke-17 pemulangan, Rabu (8/12).

Sekretaris Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, AKhmad Su’aidi, kepada wartawan menyebutkan perpindahan Kloter umumnya karena jemaah sedang sakit. Menurut dia, hingga kedatangan jemaah Kloter 51, Rabu, mutasi lebih banyak maju atau pindah ke Kloter lebih awal.

“Tetapi ada juga jemaah yang sakit pada saat hendak dipulangkan dan harus dimutasi ke Kloter berikutnya sampai kondisi kesehatannya memungkinkan. Cuma rata-rata ke Kloter lebih awal,” ujarnya ketika ditemui di Sekretariat Humas PPIH Debarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Rabu sore.

Akhmad Su’aidi mengatakan jika ada jemaah yang sakit saat hendak dipulangkan, mereka akan dirawat terlebih dahulu di Balai Pengobatan Haji Indonensia (BPHI) di Jeddah. Pengobatan dilakukan sampai kondisi kesehatan jemaah bersangkutan membaik dan siap menempuh perjalanan ke Tanah Air.

try

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…