Kamis, 9 Desember 2010 23:40 WIB Boyolali Share :

Rekonstruksi Tlogolele diprioritaskan

Boyolali (Espos)–Upaya rekonstruksi wilayah korban Merapi di Kabupaten Boyolali untuk tahap awal diprioritaskan dilaksanakan di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Anggaran tak tersangka senilai Rp 300 juta telah disiapkan.

Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan akses berupa penambalan jalan, perbaikan drainase yang hancur dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga di desa yang masuk dalam radius 5 km dari puncak Merapi itu.

Ditemui Espos di kantornya, Kamis (9/12), Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPUPPK) Kabupaten Boyolali, Ir Haryono, mengaku mengalami masalah dengan keterbatasan waktu yang tersedia. Sesuai aturan, rekonstruksi yang menggunakan anggaran APBD 2010 tersebut harus sudah rampung pada 20 Desember mendatang. Ditambah lagi kondisi wilayah yang belum sepenuhnya aman.

“Dengan ketebalan debu yang masih tinggi, mungkin kami baru bisa melakukan penambalan-penambalan jalan yang rusak, drainasi yang jebol dan perbaikan saluran air di Tlogolele,” jelasnya.

Sementara  upaya rekonstruksi dan rehabilitasi untuk wilayah lainnya belum bisa dipastikan waktunya menunggu bantuan dari BNPB turun.

kha

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…