Kamis, 9 Desember 2010 10:34 WIB News Share :

Pesawat medis Australia macet di Halim

Jakarta–Pesawat carter VH-PFS tidak bisa jalan dan memblok satu jalur landasan (taxi way) yang ada di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (9/12). Hal itu dikarenakan beberapa komponen nose wheel pesawat tercecer di Bandara Changi, Singapura.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kapuskompu Kemenhub) Bambang Supriyadi Ervan, pesawat tersebut berangkat dari Singapura sekitar pukul 04.00 WIB atau pukul 05.00 waktu Singapura.

“Pesawat mendarat di Halim sekitar pukul 05.32 WIB,” kata Bambang saat dihubungi. Pesawat itu memiliki rute Changi-Halim.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Bambang, beberapa bagian nose wheel tercecer saat pesawat berangkat dari Bandara Changi. Komponen yang tercecer ini berpengaruh pada gerak roda pesawat bagian depan. Pesawat saat mendarat berjalan normal, namun saat menuju apron, roda pesawat macet. Pesawat tidak bisa bergerak sama sekali dan saat ini berada di salah satu jalur landasan bandara.

Bambang menuturkan, meski taxi way tertutup pesawat medis yang membawa pasien dan peralatan medis tersebut, namun tidak mengganggu penerbangan di Halim.

“Dampaknya tidak ada, karena bandara (Halim) punya empat landasan. Walaupun ada operasional maskapai tidak mengganggu,” kata Bambang.

Pesawat milik Pacific Flight Service Australia itu kini tengah menunggu perbaikan dari agensi PT Indo Asia yang menjadi operator maskapai. “Masih menunggu operatornya yang ada di sini,” kata Bambang.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…