Kamis, 9 Desember 2010 11:10 WIB Internasional Share :

Korut bela serangan ke Korsel

 Pasukan Korsel (AFP)

Pasukan Korsel (AFP)

Pyongyang–Pemerintah Korea Utara (Korut) membela serangan mematikannya ke Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan (Korsel) bulan lalu. Korut pun menuding pemerintah Korsel dan AS terus-menerus meningkatkan ketegangan.

Korut melancarkan serangan artileri ke Yeonpyeong dan menewaskan empat orang termasuk dua warga sipil. Yeonpyeong merupakan satu dari lima pulau Korsel yang terletak di perbatasan laut Garis Batas Utara atau Northern Limit Line (NLL) yang diperebutkan.

Menurut Pyongyang, pihaknya melancarkan serangan artileri ke Yeonpyeong setelah Korsel menembaki wilayah perairan Korut. Namun pemerintah Seoul membantahnya. Menurut Seoul, pihaknya saat itu hanya melakukan latihan militer reguler di daerah tersebut.

“Korsel menembakkan ribuan peluru ke wilayah perairan pihak DPRK,” demikian laporan Sekretariat Komite Reunifikasi Damai Korea seperti dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir Reuters, Kamis (9/12).

“Tindakan sembrono tersebut jelas merupakan provokasi disengaja untuk meminta DPRK mengambil aksi militer balasan,” demikian disampaikan Korut.

Dalam statemen Korut itu juga disebutkan bahwa Korsel “terus-menerus mengejek upaya tulus Korut untuk memperbaiki hubungan antar Korea dan memalingkan wajah mereka dari Korut”.

Pemerintah Korut tidak pernah mengakui NLL. Menurutnya, garis batas tersebut dibuat tanpa persetujuannya menyusul perang Korea tahun 1950-1953 silam.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…