Kamis, 9 Desember 2010 13:58 WIB Sport Share :

Filipina belum pasti main di Indonesia

Jakarta–Terbersit kabar bahwa Filipina kemungkinan akan memainkan dua leg semifinal di Indonesia. Kendati demikian, kubu timnas Indonesia masih belum memastikan hal tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Filipina tak bisa menggelar laga home di negeri mereka sendiri setelah AFF menilai stadion yang mereka miliki tak layak pakai. Maka, jadilah laga home yang menjadi jatah mereka digelar di tempat netral.

Ada dua kemungkinan di mana laga netral tersebut akan digelar. Yang pertama adalah di Malaysia, sementara yang lainnya adalah di Singapura. Tapi beredar kabar bahwa ada kemungkinan juga akan dimainkan di Indonesia.

Deputi Bidang Teknis BTN Iman Arif mengungkapkan bahwa kubu Filipina sudah mengirimkan surat kepada AFF. Tapi soal jadi bermain di Indonesia atau tidak, ia belum bisa memastikan.

“Mereka sudah kirim surat. Tapi saya gak bisa bilang iya apa nggak. Yang jelas, yang memutuskan itu nanti mereka dan AFF,” ujarnya seperti dilansir detikcom.

Dari sudut pandang tim nasional, bermain di Indonesia jelas akan memberikan keuntungan tersendiri. Tapi Iman juga menambahkan bahwa ‘Skuad Garuda’ siap meladeni Filipina di mana pun.

“Pelatih, tim, manajer, semua pasti ingin kalau bisa main di Indonesia. Tapi kalau main di Singapura atau Malaysia, kita pasti siap.”

Sementara itu, dari akun Twitter resmi Piala AFF 2010, @suzukiindonesia, kabar bahwa Filipina sudah pasti bermain Indonesia juga mendapatkan bantahan.

“Venue SemiFinal Leg 1 belum ditentukan. Begitu pula dengan info mengenai tiket, juga belum ada rilis resmi LOC.” demikian tulis mereka.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…