Kamis, 9 Desember 2010 13:32 WIB News Share :

Dirjen Hubud ancam cabut izin sopir mobil penyerempet Garuda

Jakarta–Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan turun tangan menginvestigasi insiden pesawat Garuda GA-128 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang terserempet mobil pendorong pesawat (pushback car) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Lisensi sang sopir terancam dicabut.

“Sebetulnya, di bandara ada aturannya. Mobil ada jalurnya sendiri. Nanti kita investigasi kenapa bisa seperti itu. Ini ada masalah dengan pihak ground handling. Itu mobilnya Gapura. Nanti pasti akan kita tegur dan lisensi sopirnya bisa dicabut,” papar Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti Singayuda Gumay.

Hal ini disampaikan Herry usai Diskusi Publik Mengupas Kompleksitas Bandara Soekarno-Hatta di FCone, Mal FX, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (9/12).

Harry mengaku belum mendapat laporan lengkap insiden yang terjadi Kamis pagi itu. “Tetapi akan kita investigasi,” ujar dia.

Pak, katanya itu sering terjadi di bandara? “Seringnya seberapa? Tetapi memang ada dan itu memang kita lakukan audit terus,” jawab Herry.

Dirut PT Angkasa Pura II, Tri S Sunoko, mengatakan insiden tersebut tidak boleh terjadi. “Itu berarti sopirnya tidak hati-hati,” kata Tri.

Tri mengatakan, pihaknya akan menanyakan hal itu kepada pihak Gapura. “Itu kan dia kontrak dengan Garuda. Kalau Angkasa Pura II hanya menyediakan lahannya saja. Tetapi itu izin sopirnya bisa dicabut,” ujar Tri.

Pesawat Garuda GA-128 tujuan Jakarta-Pangkalpinang terserempet mobil pendorong pesawat (pushback car) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Akibatnya, pesawat dengan nomor penerbangan 128 tujuan Jakarta-Pangkalpinang (Bangka Belitung) harus menunda penerbangannya. Setelah tertahan beberapa lama akibat insiden itu, 111 penumpang diterbangkan ke tujuan dengan pesawat lain.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…