Kamis, 9 Desember 2010 12:31 WIB News Share :

Demo anti korupsi, polisi & mahasiswa bentrok

Pamekasan--Bentrokan mewarnai unjuk rasa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Kamis (9/12). Massa yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa terlibat adu fisik dengan polisi saat berusaha memasuki kantor Pemkab Pamekasan di Jalan Kabupaten.

Kericuhan dimulai ketika pengunjuk rasa mendatangi kantor Pemkab. Mereka mendesak masuk ke dalam. Namun, usaha mereka dihalang aparat kepolisian. Terjadilah aksi saling dorong yang berakhir aksi main pukul.

Dalam aksinya, mahasiswa sejatinya mendesak Presiden RI bersikap tegas dan tidak tebang pilih dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Selain itu, KPK untuk segera mengambil alih kasus mafia pajak yang sekarang ditangani kepolisian.

“Kami juga minta, Bupati Pamekasan memberikan sanksi tegas atas oknum PNS, Hasyim Gaffar, penilik Dinas Pendidikan Pamekasan karena telah menjadi calo CPNS sesuai dengan PP No. 53/2010,” kata Korlap Aksi, Syiful Anam.

Dikatakan, sudah saatnya bupati dan panitia penyelenggara rekrutment CPNSD 2010 berkomitmen untuk melaksanakan CPNSD secara adil, jujur dan transparan.

Usai melakukan orasi dan ditemui Bupati Pamekasan, elemen mahasiswa yang terdiri dari GMNI, BEM UNIRA, BEM STAI AL KHAIROT, BEM STAIN Pamekasan, FPK, Apoy Community, Ampera, ISMAHI, IMABA korwil Madura, MAHASURYA serta HMI Pamekasan, bergerak menuju Kantor DPRD setempat.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…