Foto: Almarhum Sujono/File Foto: Almarhum Sujono/File
Kamis, 9 Desember 2010 07:54 WIB News Share :

Bupati Pacitan meninggal, warga kibarkan bendera setengah tiang

Foto: Almarhum Sujono/File

Foto: Almarhum Sujono/File

Pacitan– Suasana duka pasca meninggalnya Bupati Pacitan Sujono begitu terasa. Sejumlah kantor di lingkup pemkab mengibarkan bendera setengah tiang. Demikian pula warga yang tinggal di pemukiman sekitar pendopo kabupaten, Jalan Jaksa Agung Suprapto tampak larut dalam duka.

Sebelumnya, pihak pemkab mengeluarkan surat edaran kepada seluruh dinas/instansi yang ada. Isinya agar mereka mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari. Surat tertanggal 8 Desember 2010 bernomor: 004.3/720/408.14/2010 itu menetapkan hari berkabung mulai tanggal 8 sampai dengan 10 Desember 2010.

“Selama tiga hari kami imbau lembaga pemerintah dan masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung,” kata Sekretaris Daerah Pacitan Mulyono saat berbincang dengan, Kamis (9/12).

Terkait kedatangan jenazah orang nomor satu di kampung SBY itu, lanjut Mulyono, dijadwalkan tiba Kamis siang. Rencananya, Sujono diterbangkan dari Jakarta dengan pesawat Garuda pukul 05.55 WIB. Selanjutnya jenazah akan dibawa melalui jalan darat dengan ambulans yang disiapkan Pemkab Pacitan.

“Semula jenazah dijadwalkan tiba semalam. Tapi karena masih harus menyiapkan akomodasi dan transportasi, jenazah beru tiba siang ini,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Bupati Pacitan Sujono meninggal, Rabu (8/12) sekitar pukul 12.40 WIB di Jakarta. Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan selama hampir dua bulan di Beijing, China karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…