Kamis, 9 Desember 2010 17:05 WIB Boyolali Share :

28.405 Sapi korban Merapi terancam kelaparan

Boyolali (Espos)--Sebanyak 28.405 ekor sapi miliki korban Merapi di tiga kecamatan di Kabupaten Boyolali terancam kekurangan pangan, menyusul belum disetujuinya usulan anggaran untuk penyediaan pakan ternak oleh pemerintah pusat senilai Rp 17 miliar. Peternak korban Merapi selama ini hanya mengandalkan bantuan pakan ternak dari sejumlah donator yang difasilitasi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) setempat.

Kepala Disnakkan Kabupaten Boyolali Dwi Priyatmoko mengungkapkan dana bantuan pemerintah pusat yang cair sejauh ini sekitar Rp 1,7 miliar. Dari dana tersebut Rp 595 juta di antaranya digunakan untuk membeli 70 ekor sapi pengganti yang didistribusikan kepada peternak. Sisanya untuk keperluan lain mulai dari sewa kandang hingga pendistribusian sapi.

“Sapi-sapi bisa kekurangan pangan karena anggaran pakan tidak disetujui, mau bagaimana lagi,” tutur Dwi kepada Espos, Kamis (9/12). Populasi sapi tersebut tersebar merata di Kecamatan Musuk, Selo dan Cepogo yang masuk dalam wilayah bencana Merapi.

Dwi menambahkan, sebelum bencana erupsi Merapi terjadi terdapat sekitar 41 hektare ladang yang rumputnya biasa diambil untuk pakan ternak. Namun awan panas Merapi alias ‘wedhus gembel’ telah menghanguskan ladang pakan ternak tersebut.

Kebutuhan anggaran Rp 17 miliar diestimasikan untuk mencukupi kebutuhan pakan ribuan sapi dalam sebulan. Peternak belum sepenuhnya bisa mengandalkan ladang mereka untuk mencari pakan karena meski pun debu vulkanik mulai terkikis hujan dan rumput mulai menghijaunamun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan.

Dwi mengatakan beruntung ada sejumlah donatur yang terus memberikan bantuan pakan ternak dengan jumlah yang cukup banyak.

“Dari ISTI ada bantuan pakan ternak plus vitaminnya senilai Rp 50 juta,” tuturnya.

kha

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…