Rabu, 8 Desember 2010 13:44 WIB Solo Share :

Warga Lemah Abang minta proyek sumur dalam dihentikan

Solo (Espos)--Puluhan warga Lemah Abang, Kecamatan Kadipiro, datangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Rabu (8/12). Mereka meminta pekerjaan proyek sumur dalam di wilayahnya dihentikan.

Warga dari RT 1, 2, 3 dan 4, RW XXI Lemah Abang tersebut ditemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Agus Djoko Witiarso dan Kepala Satpol PP Kota Solo, Hasta Gunawan.

Permintaan agar proyek sumur dalam tersebut dihentikan, karena warga khawatir jika diteruskan maka sumur dangkal milik warga di sekitarnya akan kering. Warga  meminta agar Pemkot menghormati warga Lemah Abang.

Warga juga meminta agar Pemkot mengkaji kembali proyek tersebut sampai ada sinergi dan kompensasi yang jelas kepada warga.

Menurut Sekretaris Forum Warga Lemah Abang, Tri Wahono, proyek sumur dalam tersebut bertentangan dengan aturan yang ada di DPU. Antara lain disebutkan sumur dalam dilakukan di lokasi warga yang membutuhkan.

“Saat ini warga belum membutuhkan, dan tidak ada proyek jaringan PDAM di lokasi tersebut,” tegas Tri Wahono.

Menanggapi hal ini Kepala DPU Kota Solo, Agus Djoko Witiarso mengatakan, proyek sumur dalam di RT 5, RW XXI, Lemah Abang, Kadipiro tersebut sudah dikaju sebelumnya.

“Jadi warga tidak perlu khawatir jika sumur dalam ini akan mengganggu sumur milik warga setempat,” tegasnya.

sry

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…