Rabu, 8 Desember 2010 15:16 WIB Hukum Share :

Soal bom rakitan, Polri duga ada kelompok yang ingin eksis

Jakarta–Setidaknya telah ditemukan lima rangkaian bom menjelang Natal dan Tahun Baru. Mabes Polri mensinyalir ada kelompok tertentu yang ingin menunjukkan eksistensinya.

“Menurut saya, mungkin keahlian mereka sudah tidak ada, tapi masih mau tunjukkan eksistensi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan, di kantornya, Jl Trunojoyo, Rabu (8/12).

Sayang Iskandar tidak menjelaskan kelompok mana yang ingin menunjukkan eksistensi tersebut. Iskandar menambahkan, untuk pengusutan lebih lanjut Mabes Polri akan terjun melakukan penyelidikan.

“Kalau begini dari Mabes juga turun. Pengamanan Natal seluruh jajaran disiapkan,” tambahnya.

Lebih jauh Iskandar mengatakan, untuk pengamanan Natal, kepolisian telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Selain tempat ibadah, polisi juga akan melakukan pengamanan di tempat wisata dari ancaman bom maupun ancaman kejahatan lainnya.

“Kita ingat dulu Borobudur pernah diledakkan. Dalam rangka Natal dan Tahun Baru ini, kita prioritaskan pengamanan dari ancaman bom, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pembakaran tempat ibadah, kita antisipasi,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

Sejumlah bom yang berhasil ditemukan antara lain, tiga bom dengan bahan baku bensin ditemukan di Klaten pekan lalu. Sedangkan dua bom di temukan di Pasar Kliwon dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Hari Rabu ini satu gereja di Solo juga ditembaki orang tak dikenal.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…