Rabu, 8 Desember 2010 10:54 WIB News Share :

Masuknya politisi ke ICMI ulangi gaya Orba

Jakarta–Masuknya dua politisi Golkar dalam jajaran Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) tidak bisa hanya dipersalahkan kepada parpol yang bersangkutan. Namun lebih kepada ICMI sendiri.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan masuknya para politisi ke ICMI merupakan kegagalan ICMI sendiri karena tidak bisa menjaga independensi dari politik.

“Ini adalah kegagalan organisasi seperti ICMI yang tidak bisa mempertahankan idependensinya dari politik. Itu sudah terbangun dan sangat terlihat dalam muktamar ICMI yang kemarin,” tandas Ray, Rabu (8/12).

Dia mengemukakan hal itu terkait dengan masuknya dua politisi Partai Golkar menjadi anggota presidum ICMI periode 2010-1015 yang terpilih pada Muktamar V organisasi intelektual muslim itu di Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/12). Kedua politisi itu ialah Priyo Budi Santoso dan Marwah Daud Ibrahim. Marwah sebelumnya juga telah menduduki posisi tersebut pada kepengurusan sebelumnya.

Menurut Ray, hal itu mencerminkan gaya berpolitik di negara ini masih mengulangi praktik pada masa orde baru (Orba). Ketika itu, kalangan partai politik selalu ingin menguasai organisasi-organisasi nonpartai untuk kepentingan partai bahkan individu orang itu sendiri.

“Nah, gaya itu yang bertemu dan mendapat tempat di ICMI. ICMI tidak bisa menolak hasrat para politisi sehingga menjadi organisasi yang terganggu independensinya dan akan semakin terpuruk. Padahal ICMI seharusnya menghindari politik,” sambung Ray lagi.

Namun, juga tidak bisa dibantah, hal itu menurut Ray, karena ICMI terlahir memang merupakan produk politik di zaman orde baru. Namun menurut Ray, ICMI yang tujuannya sebagai wadah para cendekiawan seharusnya bisa terlepas dan tidak tergantung dari orang-orang politik tersebut.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…