Rabu, 8 Desember 2010 23:20 WIB Solo Share :

Kardinal
Jangan ada pembalasan

Solo (Espos)--Peristiwa penemuan dan meledaknya bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Solo menuai tanggapan dari Pemimpin Gereja Katholik Indonesia, Julius Kardinal Darmoatmojo SJ seusai acara peresmian gedung baru RS Brayat Minulya, Rabu (8/12).

“Semua orang menyayangkan terjadinya hal tersebut. Sebenarnya, masih banyak hal lain yang harus diperhatikan seperti kesejahteraan, kehidupan serta kerukunan bersama. Masih banyak juga masalah lain yang belum teratasi. Semua pemikiran dan usaha sebaiknya dilakukan untuk kesejahteraan. Tetapi, kami masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya kepada wartawan seusai acara peresmian.

Ia menambahkan, jika ingin memberikan aspirasi atau pendapat boleh saja asal diungkapkan dengan komunikasi yang baik seperti berdiskusi. “Bukan dengan kekerasan, karena hal itu tidak layak dan tidak wajar. Masyarakat juga tidak perlu membesar-besarkan hal tersebut,” terangnya.

Yang terpenting, lanjut dia, jangan ada pembalasan, karena dengan pembalasan masalah tidak akan pernah selesai. “Masyarakat tidak perlu merasa terpecah belah. Kami berharap masalah tersebut cepat selesai. Peristiwa yang sudah terjadi biarlah terjadi dan tidak perlu ditambah atau dimulai lagi,” imbuhnya.

Julius menambahkan, masyarakat tidak perlu resah. “Solo adalah kota budaya dan sebaiknya berperilaku layaknya budaya di Kota Solo. Berperilaku luhur seperti melindungi dan membantu masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

Walikota Solo, Joko Widodo, mengatakan saat ini Pemkot berusaha untuk mengangkat branding kota Solo sebagai kota tujuan yang aman dan nyaman. Selain itu, dengan penghargaan yang diperoleh sebenranya menunjukkan bahwa Kota Solo adalah kota favorit untuk dikunjungi.

“Untuk itulah, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan branding kota Solo tersebut,” tegasnya kepada wartawan seusai meresmikan gedung baru RS Brayat Minulya, Rabu.

m91

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…