Rabu, 8 Desember 2010 23:15 WIB News Share :

Kapolda
Ada indikasi tindakan terorisme

Semarang (Espos)--Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan ada indikasi tindakan terorisme dalam kasus bom rakitan yang meledak di pintu Gereja Katholik Kristus Raja, Gawok, Gatak, Sukoharjo dan temuan bom di depan Mapolsek Pasar Kliwon, Solo, Selasa (7/12).

Pasalnya menurut Kapolda, teror bom dengan sasaran tempat ibadah gereja, kantor polisi tersebut telah menciptakan rasa ketakutan di masyarakat. “Ini merupakan kegiatan terorisme yakni menciptakan ketakutan di masyarakat,” katanya kepada wartawan di Mapaolda Jateng Jl Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (8/12).

Meski begitu, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini belum bisa memastikan pihak atau kelompok pelaku teror bom di Sukoharjo dan Solo tersebut, karena polisi masih dilakukan penyelidikan.

Jajaran Polda Jateng, sambung Edward berupaya keras melakukan analisis dan penyelidikan untuk mengungkap pelaku teror bom tersebut. Barang bukti bom rakitan serta barang bukti lainnya sudah dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Semarang guna diteliti.

“Polisi bertekad mengungap kasus bom ini dengan menangkap pelakunya guna mengetahui motifnya,” tandas Kapolda.

Mengenai jenis bom, jenderal polisi bintang dua ini mengungkapkan kategori low explosive atau berdaya ledak rendah.

Kepada masyarakat, Kapolda mengimbau agar tak terprovokasi dengan adanya teror bom tersebut, karena aparat polisi telah melakukan langkah-langkah antisipasi pengamanan.

“Masyarakat tak perlu resah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, polisi telah melakukan langkah pengaman,” ujarnya.

Terkait pengamanan Natal 2010 dan perayaan Tahun Baru 2011, Edward memberikan jaminan keamanan kepada masyakarat dapat merayakannya dengan aman.

Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru sambung ia, jajaran Polda akan menggelar operasi lilin candi. “Polisi akan mengemankan semua kegiatan masyarakat termasuk Natal dan Tahun Baru,” pungkas Kapolda.
oto

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….