Rabu, 8 Desember 2010 13:21 WIB Hukum Share :

Denny Indrayana
Haposan sebagai otak rekayasa uang Gayus

Jakarta–Anggota Satgas Anti Mafi Hukum Denny Indrayana mempertegas peran terdakwa Haposan Hutagalung sebagai pengatur rekayasa uang Gayus senilai Rp 25 miliar. Haposan yang membuat skenario pemilik fiktif dan yang mengatur suap ke jaksa, hakim, pengacara, polisi dan Gayus. Masing-masing memperoleh duit Rp 5 miliar.

“Dari uang Rp 25 miliar yang dia punya, dibagi 5 polisi, 5 jaksa, 5 hakim, 5 advokat, 5 untuk Gayus sendiri. Gayus sendiri mengatakan, uangnya disampaikan lewat terdakwa(Haposan),” kata Deny saat bersaksi untuk Haposan di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (8/12).

Keterangan itu ditegaskan kembali Denny usai sidang. Menurutnya, pembagian itu dicatat dalam notes yang saat ini telah raib.

“Gayus mengatakan tentang aliran dan kepada siapa, yang membuat Haposan. Ada catatan kecil itu sangat penting. Dalam persidangan saudara Gayus tidak ditemukan catatan itu. Itu seharusnya jadi barang bukti,” terang Deny.

Namun keterangan itu dibantah pengacara Haposan, John Panggabean. Menurutnya, keterangan Denny tidak pantas dipegang karena hanya bersumber ke satu orang tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu ke Haposan.

“Saya pertegas, saksi ini bukan saksi fakta. Saksi hanya mendengar dari Gayus tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu ke Haposan. Waktu itu masih ada waktu senggang, kenapa tidak meminta konfirmasi dulu? Kok malah mengejar Gayus ke Singapura,” protes John.

Menjawab kritik John, Denny menegaskan jika itu terkait dengan strategi dalam mengungkap kasus ini.

“Itu terkait dengan strategi mengungkap kasus ini. Kita dahulukan dari pihak yang bisa mengungkap kasus ini. Kalau ke terdakwa, kami anggap tidak strategis. Pasti dibantah juga kalo dipanggil. Hanya Gayus kunci informasi mengurai kasus ini,” jawab Deny.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…