Rabu, 8 Desember 2010 12:06 WIB Hukum Share :

Denny akhirnya hadir di sidang Haposan sebagai saksi

Jakarta–Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana memenuhi janjinya untuk hadir di sidang kasus mafia hukum Haposan Hutagalung. Denny hadir dalam sidang tersebut dan siap memberikan kesaksiannya.

Denny tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pukul 10.45 WIB, Rabu (8/12). Mantan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM ini mengenakan kemeja batik lengan panjang warna coklat.

Sebelumnya Haposan memang menghendaki Denny untuk hadir memberikan kesaksian dalam sidangnya. Namun dalam beberapa kesempatan, Denny urung hadir. Denny sendiri menjamin akan mendatangi sidang Haposan pada hari ini.

Menurut catatan pengacara Haposan, Denny telah dipanggil enam kali, empat kali di antaranya secara resmi. Denny merupakan anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang berbicara ke publik perihal Gayus Tambunan dan pengacaranya, Haposan.

Namun, Haposan tidak dijerat soal Gayus melainkan upaya suap ke Komjen Susno Duadji dalam perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL).

“Saat Sjahril Djohan (penghubung Susno ke Haposan) bilang, ini kasus besar kok kosong-kosong saja. Bagi saya, Ho Kian Huat ini investor besar, dari negara asing. Di mata saya, Pak Susno punya hak pimpinan yang memutus. Bukan hanya kapten atau Kombes. Saya telepon Mr Ho, ya kasihlah. Saya sudah ditekan, diperas, ditipu lagi. Tidak ditangkap Salmah Arwana sampai detik ini,” ujar Haposan, Senin (6/12).

Sebelumnya sidang Haposan menghadirkan sopir Sjahril Djohan (SJ), Upang Supandi. Upang yang mengantar SJ dari Mabes Polri-Hotel Sultan-Tebet-rumah anak Susno di Cilandak. Tujuannya, untuk menyetorkan uang pelicin Rp 500 juta dari Haposan supaya kasus PT SAL tidak mangkrak di polisi. Sebagai catatan, SJ telah dipenjara 1,5 tahun karena terbukti mebantu tindak pidana korupsi.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….