Rabu, 8 Desember 2010 17:17 WIB Wonogiri Share :

Bencana mengancam, puluhan warga ngungsi

Wonogiri (Espos)–Sedikitnya 40 warga Dusun Nalangan, Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno, hingga Rabu (8/12), masih belum berani menempati rumahnya karena ancaman longsor dari tebing gunung di atasnya. Senin (6/12) malam lalu, tebing sepanjang 80 meter itu telah longsor dari titik semula setinggi 65 meter sehingga tinggal 15 meter di atas permukiman warga.

Jumlah rumah yang terancam tertimbun longsoran tebing itu, berdasarkan data Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) sebanyak 22 rumah. Sementara menurut keterangan warga, Rabu kemarin, sebanyak 18 rumah telah dikosongkan dan 40-an warga mengungsi.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Batuwarno, Tarno mengungkapkan, jajaran Muspika telah meninjau lokasi dan mengingatkan warga agar waspada terhadap longsor susulan. Permintaan warga agar aliran listrik di dusun itu diputus juga telah dipenuhi. Pasalnya, aliran listrik tersebut dikhawatirkan akan membahayakan.

“Ada lima rumah yang posisinya sangat dekat dengan material longsoran. Rumah-rumah itu berikut sejumlah rumah lainnya yang juga terancam telah dikosongkan. Lebih dari 20 rumah terancam sedangkan warga yang mengungsi mencapai puluhan jiwa. Mereka mengungsi ke rumah kerabat saat malam, dan kembali saat siang,” ujar Tarno, kepada wartawan.

Sementara itu, selain mengakibatkan bencana alam di Batuwarno, Nguntoronadi, Tirtomoyo dan Purwantoro, hujan deras Senin (6/12) lalu ternyata juga menyebabkan bencana di Kismantoro. Di kecamatan paling timur Wonogiri ini, sebuah rumah milik Pardi di Dusun Plimitan, Desa Miri, tertimbun longsoran. Selain itu, jalan desa di Dusun Bandung, Miri juga nyaris putus total karena longsor dari ketinggian 10 meter. Jalan tersebut ambrol sepanjang 20 meter.


shs

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…