Selasa, 7 Desember 2010 19:48 WIB News Share :

Rumah OC Kaligis kemalingan, data tentang Ariel-Luna Maya ikut hilang

Jakarta –– Rumah pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis disatroni maling. Kali ini, pengacara Ariel itu kehilangan paspor, 2 komputer tablet iPad, 2 ponsel BlackBerry, 2 ponsel lain dan beberapa kartu kredit. Data-data klien Kaligis termasuk Ariel dan Luna Maya ikut hilang.

“Semua data klien hilang. Termasuk Ariel dan Luna Maya, hilang semua,” cerita OC Kaligis saat dihubungi detikcom, Selasa (7/12).

Kejadian itu, imbuh Kaligis, terjadi pada Selasa ini pukul 03.00 WIB. Malingnya beraksi dari belakang rumah. “Ternyata ada dua rumah di belakang kosong,” jelasnya.

OC menceritakan bahwa saat itu ia sedang tidur di kamar utama sementara pembantunya berada di atas. Sementara semua barang yang hilang semula berada di ruang tamu depan.

“Dicongkel jendela dapur kering, masih kelihatan jejak kaki-kakinya. Baru ketahuan jam 04.00 pagi. Saya nyari BB saya kok udah nggak ada,” ujarnya.

Namun yang ia sayangkan, paspor miliknya ikut hilang padahal ada beberapa visa yang masih berlaku. Padahal, Kaligis mengaku bukan kali ini saja rumahnya disatroni orang.

“Saya sudah kemalingan 4 kali selama ini. Sebelumnya saya tidak pernah melaporkan padahal terakhir saya kehilangan 1 mobil kijang. Tapi sekarang saya laporkan karena saya jengkel sekali paspornya ikut hilang. Padahal saya masih harus ke luar negeri. Yang lain tidak seberapa,” tambahnya.

Setelah OC tahu dirinya kemalingan, ia pun segera melapor ke polisi. Sebanyak 10 polisi beserta 1 anjing pelacak juga ikut diturunkan untuk mengecek rumah pengacara kondang tersebut.

“Saya berterima kasih Pak Kabareskrim Ito Sumardi memberi perhatian yang cepat,” tutupnya sambil meminta agar siapa pun yang mengambil barangnya untuk segera mengembalikan paspornya sementara gadget lain, OC mengaku sudah mengikhlaskannya.


dtc/tya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…