Selasa, 7 Desember 2010 08:20 WIB News Share :

KPID
Tayangan Silet diduga menyesatkan

Semarang (Espos)--Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng menilai tayangan acara Silet di RCTI diduga menyesatkan dan melanggar Pasal 36 ayat (5) huruf a, UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Untuk itu kami berencana akan  memanggil Direktur PT Media Nusantara Citra (MNC) pemilik RCTI guna mengklarifikasi isi tayangan Silet,” kata Divisi Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng, Zainal Abidin Petir di Semarang, Senin (6/12).

Rencananya pemanggilan terhadap Direktur MNC itu, menurut ia akan dilakukan pada Kamis (9/12) mendatang untuk dimintai keterangan atau klarifikasi atas tayangan Silet pada 7 November 2010 yang diduga menyesatkan.

Kalau pihak RCTI nantinya tak mampu memberikan penjelasan atau  menjadikan terang atas permasalahan itu maka KPID Jateng akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

“Kami akan laporkan RCTI kepada Polda Jateng karena adanya dugaan pelanggaran pidana isi siaran Silet yang menyesatkan sebagaimana diatur  di pasal 36 ayat (5) huruf a, UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran,” tandasnya.

Menurut Zainal, pada acara Silet tanggal 7 November lalu mengesankan bahwa bencana alam yang begitu luar biasa di Indonesia bertepatan dengan meletusnya Gunung Merapi, dikarenakan akibat tiga dosa besar yang dilakukan oleh Raden Patah.

“Ini bisa dikategorikan tayangan menyesatkan diatur  di pasal 36 ayat (5) huruf a, UU 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran,” katanya.

oto

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…