Selasa, 7 Desember 2010 07:29 WIB Solo Share :

Khidmat, peringatan malam 1 Sura di Sasana Purnama

Solo (Espos)--Peringatan malam 1 Sura 1432 H yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Dalem Sasana Purnama, Badran, Banjarsari, Solo, Senin (6/12) malam, berlangsung sederhana namun tetap khidmat. Berbeda dengan peringatan malam 1 Sura beberapa tahun sebelumnya, Raja Paku Buwono (PB) XIII Tedjowulan terlihat hadir untuk mengikuti secara langsung serangkaian acara Hajat Dalem yang diadakan malam itu. Kegiatan tersebut berupa tumpengan yang dihadiri ratusan kerabat keraton serta abdi dalem. Kaum prianya, mengenakan busana adat Jawa lengkap.

Tidak hanya kerabat yang bertempat tinggal di Solo, beberapa di antara mereka ada yang sengaja datang langsung dari Kudus dan Wonogiri. Selain sejumlah tokoh keraton seperti GPH Gusti Dipokusumo, KRH Bambang Pradotonagoro dan KPH Aryo Purbodiningrat, tampak pula seniman kondang asal Solo, Cak Dikin. Sekitar pukul 21.00 WIB, rangkaian acara Hajat Dalem pun dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama keraton, KRT Drs H Pujo Hadinagoro. Setelah itu, tumpeng beserta segala ubo rampe-nya pun dibagikan kepada semua yang hadir di tempat itu untuk disantap bersama-sama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tirakatan semalam suntuk.

KRH Bambang Pradotonagoro selaku Pejabat Humas Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, mengemukakan dalam peringatan malam 1 Sura malam itu pihaknya tidak menggelar kirab atau iring-iringan. Menurut Bambang, rangkaian kegiatan pada malam itu berlangsung secara sederhana, namun sarat dengan makna.

“Tumpengan dan serangkaian acara pada malam hari ini (Senin malam-red) merupakan sebuah simbol bagaimana manusia melakukan instropeksi diri dari perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan selama setahun sebelum masuk dan menyambut datangnya tahun yang baru,” ungkap Bambang ketika ditemui wartawan di sela-sela acara, Senin malam.

Tumpeng dan segala uba rampe yang dipersembahkan kepada semua yang hadir pada malam itu, dijelaskan Bambang, juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan atas semua rejeki yang telah diberikan. Sedangkan tirakat yang dilakukan, lanjutnya, merupakan suatu bentuk dan cara dari seorang manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Diharapkan dengan melakukan instropeksi diri dan tirakat dalam rangka lebih mendekatkan diri kepada Tuhan ini, ke depan, manusia tersebut akan menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuh dia.

Selain acara Hajat Dalem yang digelar di Dalem Sasana Purnama Badran, peringatan Malam 1 Sura juga akan diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dari pihak Raja PB XIII Hangabehi pada Selasa (7/12) malam ini. Prosesi akan dilakukan dengan kirab pusaka milik keraton. Selain pusaka dalam bentuk senjata, mereka juga akan mengkirab hewan peliharaan milik keraton berupa kerbau bule.

sry

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…