Selasa, 7 Desember 2010 12:24 WIB News Share :

Ilham Habibie
Jangan jadikan ICMI arena politik

Bogor--Ada beberapa nama politisi masuk dalam presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Ilham Habibie, presidium yang memperoleh suara terbanyak, tak mempermasalahkan politisi masuk ke jajaran presidium. Asal, jangan membawa ICMI ke ranah politik.

“Saya kira ICMI itu tidak dimaksudkan untuk wacana politik. Itu pendapat politik di luar ICMI. Kita fokus pada masalah yang terjadi. Kita netral dan profesional untuk bangsa dan umat. Silakan saja, tapi jangan jadikan ICMI arena politik,” ujar Ilham Habibie ketika ditanya apakah ada ketakutan ICMI akan dibawa berpolitik karena ada nama-nama politisi yang masuk.

Hal itu dikatakan Ilham saat jumpa pers usai pemilihan presidium di Muktamar ICMI di Botani Square Garden, Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/12).

Ketika ditanya apakah dirinya yang mendapatkan suara terbanyak otomatis menjadi ketua presidium, Ilham menjawab, “Ya saya kira begini, itu nanti harus kita bicarakan. Saya fleksibel, kita lihat kebutuhannya.”

Penghitungan suara pemilihan presidium ICMI dalam Muktamar V sudah rampung. Ilham Habibie dan Priyo Budi Santoso masuk ke dalam presidium bersama Nanat Fatah Natsir, Marwah Daud, serta Sugiharto.

Berikut ini perolehan suara akhir pemilihan preidium yang digelar di Botani Square Garden, Bogor, Selasa (7/12).

1. Ilham Habibie: 410 suara
2. Nanat Fatah Natsir: 308 Suara
3. Marwah Daud: 276 suara
4. Priyo Budi Santoso: 271 suara
5. Sugiharto: 231 suara

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pribumi dalam Kuasa Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (26/10/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com.  Solopos.com, SOLO–Pada 19 juli 1913 terbit artikel berjudul Als ik een Nederlander was (Andai Saya…