Selasa, 7 Desember 2010 16:54 WIB News Share :

Diterjang banjir lahar dingin, puluhan makam hilang

Magelang--Puluhan makam didua tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Glagah, Desa Sirahan, Kecamatan Salam dan Dusun Sudisari, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, hilang diterjang banjir lahar dingin Merapi.

Kepala Dusun Glagah, Desa Sirahan, Feri Susanto di Magelang, Selasa (7/12), mengatakan, di TPU dusun tersebut terdapat enam makam yang hanyut karena letak TPU ini di bibir Sungai Putih.

Ia menyebutkan, makam yang hilang tersebut atas nama Yasari, Dulllah, yang meninggal dunia sekitar tahun 1980-an. Kemudian, Sabar Widodo yang meninggal dunia tahun 2008 lalu.

Menurut dia, sejumlah warga yang kehilangan makam kerabatnya tersebut kebanyakan ikhlas menerima karena untuk melakukan pencarian jelas tidak memungkinkan, apalagi banjir lahar masih mengancam.

Sekretaris Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Jazuli mengemukakan, di TPU Sudisari Desa Adikarto terdapat sekitar 25 makam yang hilang diterjang banjir lahar dingin akhir-akhir ini.

TPU Dusun Sudisari berada di bibir Sungai Pabelan yang sering menjadi sasaran banjir lahar dingin Merapi.

“Hingga sekarang kami belum bisa mendata secara tepat berapa makam yang hilang. Perkiraan kami ada sekitar 25 makam yang hilangĀ  dan belasan makam terancam hilang jika terjadi bajir lahar susulan,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi agar tidak hilang beberapa makam yang terancam itu telah dipindah ke lokasi yang lebih aman namun masih di TPU tersebut.

“Beberapa makam sudah dipindah oleh pihak keluarga. Bagi yang belum dipindah, kami tidak berani memerintah pihak keluarga untuk memindahkannya, karena hak mereka,” jelasnya.

Apalagi, tambah dia, untuk memindah makam perlu selamatan yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Pemindahan makam dilakukan bertahap oleh warga pada Minggu (5/12) sebanyak tujuh makam, Selasa enam makam dan rencananya Rabu (8/12) tiga makam. Proses pemindahan dilakukan melalui kerja bakti warga setempat.

ant/nad

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….