Selasa, 7 Desember 2010 17:37 WIB Karanganyar Share :

Bupati
Evaluasi rencana impor beras

Karanganyar (Espos)–Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta pemerintah pusat mengevaluasi rencana impor beras masuk ke wilayah negeri ini.

Bupati menyatakan Kabupaten Karanganyar menolak impor beras masuk ke wilayah Bumi Intanpari lantaran dinilai bakal merugikan petani.

Demikian disampaikan Bupati  yang ditemui wartawan  pada sela-sela pembukaan evaluasi pendampingan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SL PTT) di Karangpandan, Karanganyar, Senin (6/12).

Menurut dia, impor beras tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada, melainkan justru akan menghancurkan kehidupan para petani.

Bupati menilai kebijakan impor beras bisa dilakukan jika terjadi kondisi genting terkiat ketahanan pangan. Namun yang kini terjadi, lanjut Bupati, kondisi produksi padi di beberapa wilayah justru mengalami surplus atau kenaikan yang cukup tinggi.

“Contohnya Jateng saja surplus 5% dan Karanganyar sendiri surplus padi 6%. Jadi mestinya ada subsidi antardaerah, jika ada yang kurang akan diberi dari daerah yang surplus,” katanya.

isw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…