Senin, 6 Desember 2010 12:44 WIB News Share :

Survei Golkar
70% Rakyat DIY pilih penetapan

Jakarta— Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Djohermansyah Djohan mengutip sebuah survei yang menyebut 71 persen warga Jogja menginginkan pemilihan gubernur secara langsung. Tetapi, Partai Golkar sudah melakukan survei internal dengan hasil yang berbeda.

“Setelah kami evaluasi dan melihat hasil survei, 60-70 persen rakyat Jogja menghendaki penetapan,” kata Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/12).

Setya mengatakan, angka itu berdasarkan survei internal yang pernah dilakukan Golkar. Hasilnya, sekitar 60-70 persen warga Jogja menginginkan Gubernur DIY ditentukan dengan cara ditetapkan.

Oleh karena itu, Golkar akan memperhatikan dengan seksama aspirasi mayoritas masyarakat Jogja. Golkar pun meminta pemerintah untuk menyesuaikan sikapnya dengan aspirasi warga Jogja itu. Namun Setya tidak merinci metode dan responden survei itu. “Yang pasti internal Golkar,” ujar dia.

Secara terpisah, anggota Komisi II Bidang Pemerintahan DPR dari Fraksi Golkar, Nurul Arifin, menyatakan bahwa mayoritas anggota Fraksi Golkar memang menginginkan Gubernur DIY ditentukan dengan cara ditetapkan.

“Sikap Golkar masih sama dengan periode sebelumnya. Keistimewaan Yogyakarta berarti jabatan Gubernur DIY melekat pada Sultan,” tegas Nurul di sela-sela Rapat Paripurna DPR RI.

Nurul mengaku tidak tahu tentang survei yang dikatakan oleh Setya. Namun dia yakin, survei tersebut adalah survei lokal yang data-datanya valid dan tidak perlu diragukan. “Sekalipun tidak ada survei, secara lokal empiris jabatan Gubernur memang melekat pada Sultan,” tandasnya.

Nurul heran soal keistimewaan Yogyakarta yang secara historis sudah jelas, masih harus diperdebatkan lagi. “Dalam berbagai teori demokrasi pun, nilai-nilai lokal dan partikular (khusus) diakui,” jelasnya. Tak dipungkiri, Nurul melihat akan ada perdebatan alot di Komisi II DPR terkait RUU Keistimewaan Yogyakarta.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…