Senin, 6 Desember 2010 16:51 WIB News Share :

LSI sangkal jadi sumber data Dirjen Otda

Jakarta–Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengklaim 71 persen rakyat Jogja mendukung pemilihan gubernur langsung. Data tersebut, menurut anggota Komisi II DPR Ganjar Pranowo berasal dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

“Setelah saya telisik ternyata itu datanya LSI versi Denny JA,” kata Ganjar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/12).

Menurut politisi PDIP ini, seharusnya sejak awal Dirjen Otda mengumumkan dari mana sumber data yang disampaikannya. Sebab, hal ini bisa menjadi isu yang sensitif terutama bagi warga Jogja. Selain itu, data tersebut juga bisa membangkitkan dorongan dari warga untuk pelaksanaan referendum.

“Berikutnya, statement itu akan memancing warga untuk yuk dibuktikan. Gagasan referendum akan semakin mencuat,” jelasnya.

Bagi Ganjar, pernyataan itu adalah sesuatu hal yang ceroboh. Sebaiknya, Kementerian Dalam Negeri sebelum melansir data, membandingkan dulu dengan survei lainnya.

Sementara pihak Lingkaran Survei Indonesia membantah apa yang dikatakan Ganjar Pranowo tersebut. Salah satu peneliti Lingkaran, Eriyanto, mengatakan lembaganya tidak pernah melakukan survei pemilukada yang berkaitan dengan Jogja.

“Kalau pun pernah bikin kuesioner, yang pernah kita dulu bikin penelitian dengan Depdagri tahun 2005 soal Pilkada, secara keseluruhan nasional, bukan soal Jogja. Mengenai puas nggak dengan pilkada dan puas nggak dengan calon-calon yang diusung di Pilkada,” jelas Eriyanto meluruskan.

Pada hari Sabtu (4/12), Dirjen Otonomoi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, dari hasil survei 71 persen rakyat Jogja menghendaki adanya pemilihan langsung. Namun Djohan tidak bisa menyebutkan lembaga survei atau instansi mana yang telah mengeluarkan survei tersebut.

“Saya pernah baca itu tapi lupa dari mana. Bukan pemerintah, saya pernah baca,” katanya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…