Senin, 6 Desember 2010 12:17 WIB News Share :

Korban Merapi geruduk Kantor Gubernur DIY

Jogja–Korban awan panas Merapi belum juga mendapatkan ganti rugi ternak mereka yang mati dan ternak yang hidup dari pemerintah. Ratusan orang pun menggelar aksi untuk menuntut penggantian.

Korban Merapi menamakan dirinya forum rakyat korban Merapi (Forkom). Mereka menggelar aksi di Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Yogyakarta, Senin (6/12).

Massa datang dengan menumpang puluhan sepeda motor dan sekitar 15 truk. Beberapa aparat kepolisian dari Poltabes Yogyakarta dan Polres Sleman ikut mendampingi.

Saat menggelar aksi, semua peserta mengenakan ikat kepala merah bertuliskan Forkom. Mereka yang berdemo sebagian besar warga Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo dan Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

Selain menuntut pergantian ternak, mereka juga meminta agar pasir Merapi yang saat ini menimbun rumah warga dan di sungai untuk dikelola oleh warga. Saat ini pasir ditenderkan kepada perusahaan-perusahaan swasta.

“Kami warga sepakat agar pasir Merapi kita kelola bersama. Karena itu berarti memberikan pekerjaan pada kami,” ujar salah satu peserta aksi, Kemirah, warga Argomulyo.

Kemirah menambahkan, pihaknya juga menuntut secepatnya pembangunan rumah sementara bagi korban Merapi. “Kami juga meminta bangunan yang lebih baik. Jangan asal mengunakan kayu dan bambu yang masih muda karena itu hanya akan cepat lapuk,” kata Kemirah.

Hingga pukul 11.20 WIB korban Merapi masih berorasi. Beberapa orang perwakilan korban Merapi masih bertemu dengan Sekda Pemda DIY Tri Harjun. Rencananya setelah ini, mereka juga akan mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyampaikan tuntutannya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…