Senin, 6 Desember 2010 13:23 WIB Hukum Share :

Denny Indrayana 6 kali batal jadi saksi Haposan

Jakarta–Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bisa menghadirkan Sekretaris Satuan Tugas Pemberantas Mafia Hukum Denny Indrayana sebagai saksi dalam persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Haposan Hutagalung.

Pihak JPU sudah menghubungi Denny melalui telepon, tetapi Denny mengaku tidak bisa hadir karena sibuk. Denny berjanji hadir pada, Rabu (8/12).

“Beliau menjanjikan akan hadir pada Rabu besok,” kata JPU dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Takhsin dengan terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (6/12).

Ketidakhadiran Denny kembali disayangkan oleh salah satu kuasa hukum Haposan, Jhon Panggabean. Menurut hitungan Jhon, Denny mangkir menjadi saksi kliennya dalam persidangan sebanyak enam kali.

“Kami menyayangkan saudara Denny tidak hadir. Ini sudah keenam kali Denny tidak datang,” keluh Jhon dalam muka persidangan.

Seharusnya, Denny membuktikan omongan yang sering diucapkannya. Salah satunya bahwa “Satgas Pemberantasan Mafia berkepentingan untuk menegakkan hukum dan keadilan di masyarakat agar ketidakadilan yang sering terjadi dalam praktik penegakan hukum, tidak terjadi lagi.”

Untuk menjadi saksi saja sepertinya susah, apalagi menegakkan keadilan di masyarakat. Pemberantasan mafia hukum bak ‘jauh panggang dari api’.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…