Senin, 6 Desember 2010 09:50 WIB News Share :

366 Warga Magelang mengungsi akibat banjir lahar dingin

Jakarta–Sebanyak 366 warga yang tinggal di sekitar bantaran Kali Putih, Magelang, mengungsi ke Balai Desa Jumoyo dan Kantor Persatuan Haji Indonesia Desa Jumoyo. Mereka mengungsi karena banjir lahar dingin yang mengamuk Minggu (5/12).

“Sekitar 110 warga desa saya mengungsi ke Desa Gagatakan, khawatir banjir susulan datang lagi,” kata Yoyok, warga asal Dusun Kadirogo, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Senin (6/12).

Sementara truk penambang pasir yang disopiri Resma yang sempat ikut hanyut dan terjebak di Kali Putih, pagi ini sekitar pukul 06.30 WIB berhasil dievakuasi.

Depo pasir yang sempat terhantam banjir lahar dingin pun akhirnya ditutup dan menyisakan tumpukan pasir hingga lima meter dari dasar sungai.

Sedangkan empat rumah warga yang terendam di Desa Sirahan, dua di antaranya rusak yaitu milik Nursidi dan Cip Marsudi.

“Banjir lahar dingin besar datang dua kali. Menghantam rumah kami juga dua kali. Saat itu saya sedang di rumah ketika banjir lahar dingin yang kecil datang. Saya langsung menyingkir,” kata Nursidi. Selang 20 menit, datang lagi lebih besar dan akhirnya rumah terendam,” tambahnya.

Rumah Nursidi sendiri miring ke arah kanan sementara meja, kursi dan tempat tidur terendam. Kandang unggas miliknya ikut ambruk. Sedangkan genteng bagian belakang rumah Cip Marsidi jatuh dan biliknya keluar dari pondasi. Jarak antara rumah mereka dan tepi Kali Putih yang semula 7-10 meter, berkurang hingga hanya menyisakan 60 cm.

Dari keempat rumah tersebut, sebanyak 16 jiwa telah mengungsi terdiri dari sembilan anak-anak, tiga ibu-ibu dan lainnya bapak-bapak.

“Semua ngungsi di Dusun Glagah, Desa Sirahan, Kecamatan Salam. Di rumah milik Prawiro Slamet,” terang Purwanto, salah satu pemilik rumah yang ikut terendam.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…